5 Kesalahan Pemula saat Taklukkan Medan Off-road, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

3 days ago 2

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Tren overlanding dan wisata alam membuat semakin banyak pemilik SUV serta kendaraan 4x4 tertarik mencoba jalur off-road. Namun tidak sedikit yang mengira medan tanah, lumpur, atau bebatuan bisa ditaklukkan hanya dengan bermodal mobil berpenggerak empat roda.

Padahal, kemampuan kendaraan hanyalah salah satu faktor. Kurangnya pengalaman dan persiapan justru menjadi penyebab utama mobil terjebak, mengalami kerusakan, atau bahkan terlibat kecelakaan saat menjelajah alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pemula yang baru ingin mencoba aktivitas off-road, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari. Berikut daftarnya, dirangkum VIVA Otomotif dari Slashgear, Rabu 10 Juni 2026.

1. Terlalu Percaya Diri dengan Kemampuan Kendaraan

Banyak pemilik SUV modern menganggap fitur 4WD, differential lock, hill descent control, atau mode berkendara khusus sudah cukup untuk menghadapi segala kondisi.

Padahal setiap kendaraan memiliki batas kemampuan berbeda. Medan yang aman untuk sebuah Jeep Wrangler atau Suzuki Jimny belum tentu bisa dilalui SUV keluarga yang hanya mengandalkan ground clearance tinggi. Sebelum melewati rintangan, penting untuk memahami kemampuan kendaraan sekaligus mengenali batasannya.

2. Berangkat Tanpa Peralatan Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan pemula adalah menganggap perjalanan off-road sama seperti perjalanan harian di jalan aspal.

Saat memasuki area terpencil, bantuan derek atau bengkel tidak mudah ditemukan. Karena itu perlengkapan seperti recovery strap, kompresor portabel, alat tambal ban, dongkrak yang memadai, senter, hingga kotak P3K sebaiknya selalu tersedia di dalam kendaraan. Peralatan sederhana tersebut bisa menjadi penyelamat saat menghadapi kondisi tak terduga.

3. Langsung Menerjang Genangan atau Lumpur

Ini menjadi salah satu kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak pengemudi tergoda untuk langsung menerobos kubangan lumpur atau genangan air tanpa mengecek kondisi di bawahnya.

Padahal kedalaman air, batu besar, atau lubang tersembunyi bisa menyebabkan kendaraan tersangkut bahkan mengalami kerusakan. Pengemudi berpengalaman biasanya akan turun lebih dulu untuk memeriksa kondisi medan sebelum memutuskan melintas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Tidak Memanfaatkan Fitur 4L

Pada kendaraan 4x4, mode 4L atau low range dirancang khusus untuk medan berat yang membutuhkan torsi besar pada kecepatan rendah.

Halaman Selanjutnya

Sayangnya banyak pemula yang tetap menggunakan mode normal atau 4H saat menghadapi tanjakan curam, turunan ekstrem, maupun jalur berbatu. Akibatnya roda lebih mudah kehilangan traksi dan kendaraan bekerja lebih berat daripada seharusnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |