Hainan, VIVA – Pemerintah Provinsi Hainan, China, resmi menetapkan target untuk menghentikan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) mulai 2030. Kebijakan tersebut menjadikan Hainan sebagai provinsi pertama di China yang mengambil langkah tersebut.
Rencana itu tertuang dalam dokumen Rencana Lima Tahun ke-15 untuk Zona Percontohan Peradaban Ekologi Nasional Hainan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat mempercepat transisi menuju kendaraan berenergi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hainan dinilai menjadi wilayah yang ideal untuk memulai kebijakan tersebut. Provinsi kepulauan dengan luas sekitar 35.400 kilometer persegi itu memiliki jalan tol melingkar sepanjang 612,8 kilometer, sehingga dinilai sesuai dengan kemampuan jelajah mobil listrik yang saat ini semakin meningkat.
Selain itu, Hainan juga telah lebih dulu mengembangkan program Clean Energy Island. Hingga pertengahan 2026, energi terbarukan telah menjadi sumber listrik utama di wilayah tersebut, sementara penetrasi kendaraan listrik menjadi yang tertinggi di China dan jumlah kepemilikan kendaraan listrik berada di peringkat kedua secara nasional.
Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Selasa 14 Juli 2026, pemerintah Hainan menargetkan porsi kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) mencapai lebih dari 45 persen dari total populasi kendaraan pada 2030. Sebagai perbandingan, target pada 2025 dipatok sebesar 23,75 persen.
Tak hanya kendaraan pribadi, seluruh kendaraan operasional pemerintah, transportasi umum, kendaraan kebersihan, hingga armada komersial baru diwajibkan menggunakan energi bersih pada 2030. Pengecualian hanya diberikan untuk kendaraan dengan fungsi khusus.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah juga terus memperluas jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Salah satu sasarannya adalah mempertahankan rasio maksimal 2,5 kendaraan listrik untuk setiap satu stasiun pengisian daya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, transisi tersebut bukan tanpa tantangan. Hainan masih menghadapi persoalan pasokan energi karena berada di ujung jaringan listrik China bagian selatan, sehingga biaya listrik relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa wilayah lain.
Sebagai solusinya, pemerintah akan meningkatkan kemandirian energi dari sekitar 24 persen pada 2025 menjadi 54 persen pada 2030 melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir dan energi terbarukan. Selain itu, berbagai insentif seperti kemudahan registrasi kendaraan, akses lalu lintas, hingga fasilitas parkir juga akan diberikan untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan energi baru.
Daftar Mobil China yang Paling Banyak Dibuat di Indonesia
Produksi mobil China di Indonesia melonjak pada semester I 2026. Jaecoo memimpin dengan 17.464 unit, diikuti Wuling, Geely, Chery, hingga Jetour dan Xpeng.
VIVA.co.id
14 Juli 2026

20 hours ago
1











