71 Persen Orang Indonesia Pilih Ngopi di Coffee Shop, Tapi Ada 5 Hal yang Sering Tak Disadari!

3 weeks ago 26

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:34 WIB

VIVA – Ngopi kini bukan sekadar soal menikmati rasa pahit atau aroma khas kopi. Bagi sebagian masyarakat, aktivitas ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari menyeruput kopi sebelum bekerja hingga nongkrong bersama teman di kedai kopi.

Namun, pernahkah terpikir apa yang terjadi pada berbagai material yang digunakan setelah kopi habis diminum?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai dari gelas, kemasan, hingga ampas kopi, semuanya meninggalkan jejak yang sebenarnya bisa dikelola kembali. Karena itu, kebiasaan ngopi juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal konsep ekonomi sirkular yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berikut sejumlah hal yang menarik diketahui dari kebiasaan ngopi:

1. Ngopi di Coffee Shop Kini Jadi Gaya Hidup

Bagi sebagian orang, membuat kopi sendiri di rumah bukan lagi satu-satunya pilihan. Coffee shop justru menjadi tempat untuk menikmati kopi sekaligus bersosialisasi, bekerja, atau sekadar menghabiskan waktu.

Survei GoodStats pada Oktober 2024 menunjukkan sebanyak 71 persen masyarakat Indonesia memilih membeli kopi di coffee shop dibandingkan menyeduhnya sendiri di rumah.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa budaya ngopi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

2. Secangkir Kopi Ternyata Punya 'Jejak' Material

Ketika kopi selesai diminum, perjalanan material yang digunakan belum tentu berakhir.

Gelas, kemasan dan berbagai perlengkapan lain memiliki karakteristik serta fungsi masing-masing. Karena itu, mengenali jenis material menjadi langkah penting agar penggunaannya sesuai sekaligus mengetahui bagaimana material tersebut dapat dikelola setelah digunakan.

Beberapa material seperti Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE) digunakan untuk kebutuhan tertentu dalam kemasan minuman.

Pemahaman mengenai material membuat konsumen tidak hanya memikirkan produk yang dikonsumsi, tetapi juga apa yang terjadi setelah produk tersebut selesai digunakan.

3. Gelas Bekas Tak Selalu Harus Berakhir Jadi Sampah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep ekonomi sirkular mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap barang yang sudah digunakan. Material yang masih memiliki nilai dapat dikumpulkan dan dipilah sebelum dikelola kembali untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan kebiasaan berkelanjutan justru dapat dimulai dari aktivitas sederhana.

Halaman Selanjutnya

“Kami percaya keberlanjutan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Justru perubahan bisa dimulai dari aktivitas sederhana yang sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Melalui secangkir kopi, misalnya, kita bisa belajar memahami material yang kita gunakan, menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan memikirkan apa yang bisa kita lakukan setelah material tersebut selesai digunakan. Harapannya, pengalaman hari ini tidak berhenti di kegiatan ini, teteapi menjadi kebiasaan yang dibawa Sobat Asri ke keseharian,” ujar Chrysanthi saat diskusi “Ngopi Bijak, Sirkular Berdampak" di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |