Jakarta, VIVA – Meski pasangan modern kini semakin terbuka membicarakan banyak hal dalam hubungan, mulai dari karier, keuangan, hingga rencana masa depan, topik mengenai kebutuhan seksual ternyata masih dianggap sensitif untuk didiskusikan secara jujur.
Rasa canggung hingga takut memicu konflik membuat banyak pasangan memilih memendam kebutuhan maupun batasan mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Temuan dari The Gottman Institute menunjukkan bahwa 73 persen pasangan tidak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam. Angka tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi mengenai intimacy masih menjadi tantangan besar dalam banyak hubungan dewasa.
Psikolog sekaligus sex educator, Febrizky Yahya, menilai banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan kebutuhan emosional maupun seksual mereka, tetapi tidak tahu bagaimana memulai percakapan tersebut tanpa rasa takut atau malu.
"Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan,” jelas Febrizky dalam intimate gathering bertajuk Spill the (Safe) Tea, mengutip keterangannya, Sabtu 20 Juni 2026.
"Padahal, komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat,” sambungnya.
Menurut Febrizky, budaya yang masih menganggap pembicaraan mengenai seks sebagai hal tabu membuat banyak pasangan kesulitan membangun komunikasi yang sehat terkait intimacy. Akibatnya, tidak sedikit pasangan yang akhirnya memendam ketidaknyamanan atau ekspektasi yang berbeda dalam hubungan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, mengatakan komunikasi terbuka menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling memahami.
“Kami memahami bahwa komunikasi yang terbuka merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang dilandasi rasa saling memahami. Melalui ini, kami ingin mengajak pasangan berani membicarakan hal-hal yang sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi," jelas Holly Kwan.
Halaman Selanjutnya
Holly Kwan lebih lanjut mengatakan, membicarakan kebutuhan seksual bukan sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, komunikasi yang sehat justru dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan hubungan yang aman, nyaman, dan penuh kepercayaan.

3 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)