Jakarta, VIVA – Ketika krisis ekonomi atau penurunan pasar terjadi, banyak investor cenderung panik dan menjual aset mereka. Situasi seperti ini sering dianggap berbahaya, padahal bagi sebagian investor berpengalaman justru menjadi peluang besar. Salah satu tokoh yang dikenal paling konsisten dalam memanfaatkan kondisi krisis adalah Warren Buffett.
Buffett tidak melihat krisis sebagai ancaman utama, melainkan sebagai momen ketika harga aset menjadi tidak rasional. Dalam berbagai kesempatan, ia menunjukkan bahwa kekayaan jangka panjang justru dibangun ketika orang lain takut dan menjual aset mereka. Karena itu, memahami strategi investasi ala Warren Buffett saat krisis dapat membantu Anda mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Strategi Investasi Ala Warren Buffett saat Krisis
Ilustrasi investasi kripto.
Photo :
- freepik.com/freepik
Berikut beberapa prinsip utama yang digunakan Warren Buffett dalam menghadapi kondisi pasar yang bergejolak dan bisa Anda pelajari sebagai investor, sebagaimana dirangkum pada Senin, 18 Mei 2026.
1. Berani saat orang lain takut
Buffett terkenal dengan prinsip membeli saat orang lain panik. Ketika pasar jatuh, banyak saham berkualitas ikut turun tanpa alasan fundamental yang buruk. Di sinilah peluang muncul. Anda perlu belajar melihat krisis sebagai momen diskon besar di pasar, bukan sebagai akhir dari investasi.
2. Fokus pada nilai intrinsik perusahaan
Dalam pendekatan Buffett, harga saham bukan hal utama. Yang lebih penting adalah nilai intrinsik perusahaan, yaitu nilai sebenarnya dari bisnis tersebut berdasarkan kinerja, aset, dan prospek jangka panjang. Jika harga pasar jauh di bawah nilai intrinsik, maka itu bisa menjadi peluang beli yang menarik.
3. Terapkan margin of safety
Margin of safety atau batas aman adalah prinsip penting dalam investasi Buffett. Anda sebaiknya hanya membeli saham ketika terdapat selisih cukup besar antara harga pasar dan nilai wajar perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko jika analisis Anda tidak sepenuhnya tepat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
4. Pilih perusahaan berkualitas tinggi
Buffett tidak membeli semua saham yang sedang murah. Ia hanya memilih perusahaan dengan fundamental kuat, manajemen baik, dan model bisnis yang tahan krisis. Contohnya adalah perusahaan dengan brand kuat, pendapatan stabil, dan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Halaman Selanjutnya
5. Investasi untuk jangka panjang

11 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)



