9.765 Gempa Susulan Guncang NTT, 188 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian

3 weeks ago 18

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Aktivitas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum sepenuhnya mereda. Hingga Minggu, 30 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 9.765 gempa susulan terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.

Di tengah aktivitas gempa yang masih berlangsung, sebanyak 188.161 jiwa masih berada di pengungsian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah pengungsi memang telah berkurang dibandingkan data sebelumnya.

"Jumlah pengunggsi ada 188.161 jiwa," kata Berton.

Jumlah tersebut turun sebanyak 4.142 jiwa. Pengurangan pengungsi tercatat berasal dari Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia belum mengalami perubahan. Hingga kini, BNPB mencatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.

Korban luka tercatat sebanyak 1.631 orang. Sebanyak 223 korban mengalami luka berat, sedangkan 1.408 lainnya mengalami luka ringan.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, setelah gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di wilayah NTT.

Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara gempa susulan dengan magnitudo terkecil tercatat 1.

Berton mengatakan kondisi seperti itu masih dapat berlangsung beberapa pekan setelah gempa utama.

"Gempa-gempa seperti ini kami tetap sampaikan bisa dialami hingga 3 sampai 4 minggu setelah gempa pertama terjadi," ucap Berton.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Dampaknya membuat proses penanganan hingga kini masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Provinsi NTT juga memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi selama 14 hari.

Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena memperpanjang status tersebut hingga 12 September 2026. Perpanjangan ini merupakan yang pertama sejak gempa magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus lalu.

Danareksa bantu korban bencana NTT.

7 Kawasan Industri Ekosistem Holding Danareksa Kirim 9,5 Ton Beras hingga Makanan Jadi ke Warga Terdampak Gempa NTT

PT Danareksa bersama tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun bantuan senilai Rp423 juta bagi masyarakat terdampak gempa NTT.

img_title

VIVA.co.id

29 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |