Advokat yang Rumahnya Dilempar Bom Molotov Beberkan Dugaan Dalang di Balik Teror

1 week ago 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:30 WIB

Jakarta, VIVA – Teror pelemparan bom molotov yang menyasar rumah seorang advokat di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, mulai menemukan dugaan motif.

Korban, Sulardi, menduga aksi tersebut berkaitan dengan perkara sengketa lahan yang sedang ia tangani di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sulardi mengaku tidak menutup kemungkinan teror itu berkaitan dengan pendampingan hukum yang tengah diberikannya kepada klien dalam perkara sengketa tanah di kawasan Kebon Jeruk.

Menurut dia, kliennya memiliki hak atas lahan berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), namun penguasaan objek tanah diduga bermasalah.

"Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk itu. Saya demi membantu ya masyarakat yang punya hak kemudian haknya itu dikuasai orang lain gitu lho. Nah, itu gambarannya seperti itu," katanya, Minggu, 5 Juli 2026.

Ia mengatakan, sejak menangani perkara tersebut dirinya mulai merasakan adanya tekanan dari berbagai pihak. Meski enggan berspekulasi lebih jauh, Sulardi menduga rangkaian tekanan itu berujung pada aksi teror yang terjadi di rumahnya.

“Saya kerja biasa-biasa aja, tapi ya belakangan ini terkait dengan objek itu kok ada pihak sana pihak sini yang kemudian mengkondisikan situasi sehingga ya terjadilah seperti kemarin di rumah saya itu,” kata dia.

Sulardi juga mengungkapkan, beberapa jam sebelum insiden terjadi, ia sempat melihat orang-orang yang tidak dikenal mondar-mandir di sekitar rumahnya. Bahkan, mereka disebut sempat berusaha mencari informasi dengan memanggil penghuni rumah.

Peristiwa itu terjadi ketika dirinya terbangun untuk melaksanakan salat tahajud.

“Pas kebetulan saya bangun jam 02.15 ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi tahajud, ternyata ada yang teriak dari luar, manggil, 'Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji.' Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala. Nah, itu kira-kira begitu,” ucap dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beruntung, api tidak sempat merambat ke bagian rumah lainnya dan hanya membakar area pagar depan sebelum berhasil dipadamkan.

Dari hasil penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi, Sulardi menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Halaman Selanjutnya

“Itu diperoleh informasi dari data CCTV di masjid. Jadi, CCTV di masjid itu bahwa dilakukan itu ada orang menggunakan sepeda motor kemudian berhenti nggak jauh dari pintu gerbang, kemudian yang bonceng itu turun, setelah menyalakan sumbunya itu dia turun kemudian dilemparkan ke pintu saya, di depan rumah saya,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |