Jakarta, VIVA – Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari kondisi geografis, kesenjangan akses layanan antarwilayah, keterbatasan dan persebaran tenaga kesehatan, meningkatnya beban penyakit, hingga biaya pelayanan kesehatan.
Di tengah tantangan tersebut, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), rekayasa biomedis, dan teknologi kesehatan digital membuka peluang untuk memperkuat diagnosis, pengambilan keputusan klinis, layanan kesehatan jarak jauh, serta pengelolaan data medis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, inovasi teknologi tidak akan memberikan dampak apabila berhenti sebagai hasil riset atau prototipe. Proses validasi, regulasi, serta kesesuaian dengan kebutuhan tenaga medis dan masyarakat menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, rumah sakit, dan lembaga riset.
Vice Rector for Research and Technology Transfer BINUS University, Juneman Abraham mengatakan, Universal Health Coverage tidak cukup hanya dilihat dari berapa banyak masyarakat yang tercakup dalam sistem kesehatan, tetapi juga apakah mereka benar-benar dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas ketika membutuhkannya.
"BINUS HealthTech Festival hadir untuk mendorong agar inovasi AI, biomedis, dan teknologi kesehatan tidak berhenti sebagai riset, tetapi dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Juneman dikutip dari keterangannya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BINUS University menyelenggarakan BINUS HealthTech Festival 2026 di BINUS @Anggrek dengan tema “Navigating Future Health Technology to Support Indonesia Universal Health Coverage (UHC).” Festival ini mempertemukan pemerintah, industri kesehatan, tenaga medis, peneliti, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas bagaimana teknologi dapat memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan lebih merata di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
BINUS HealthTech Festival 2026 dirancang sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi, mulai dari Youth HealthTech Innovator, Research Short Course in Advanced Medical Informatics, HealthTech R&D Exhibition, Indonesia–UK Research Translation Forum in Health bersama British Council dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, hingga BINUS HealthTech Festival Plenary Seminar.
Plenary Seminar mengangkat tema “Innovating for Universal Health Coverage: Technology, Policy, and Partnership” dan menghadirkan representasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta klinisi. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., serta Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., memperkuat forum ini sebagai ruang strategis untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan dan penerapan teknologi kesehatan.
Halaman Selanjutnya
Penanggung jawab penyelenggaraan BINUS HealthTech Festival 2026, Syauqi Abdurrahman Abrori, menjelaskan, pihaknya menegaskan visi utama yang sederhana yaitu riset dan teknologi kesehatan harus sampai ke masyarakat, tidak berhenti di laboratorium. "BINUS HealthTech Festival 2026 merupakan upaya kami membangun jembatan interdisipliner dengan merangkul industri, akademisi, pemerintah, dan pihak klinis untuk menghilirkan riset menjadi solusi kesehatan yang relevan dan terjangkau,” tambahnya.

3 weeks ago
26





















