AI Kini Ikut Tentukan Anda Layak Ikut Lomba Lari atau Tidak

3 hours ago 1

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:01 WIB

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan di sektor kesehatan, termasuk untuk membantu menilai kesiapan seseorang sebelum menjalani aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Teknologi ini mulai digunakan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar potensi risiko kesehatan dapat dikenali lebih awal.

Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan konvensional, sistem berbasis AI mampu mengolah berbagai informasi yang diberikan pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih personal. Hasil analisis tersebut dapat menjadi acuan sebelum seseorang memutuskan mengikuti kompetisi olahraga atau menjalani latihan berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan AI juga didukung oleh perangkat wearable yang kini semakin canggih. Smartwatch modern mampu merekam berbagai indikator kebugaran, mulai dari detak jantung, kualitas tidur, tingkat stres, hingga proses pemulihan tubuh setelah berolahraga.

Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami pengguna. Beberapa perangkat bahkan mampu memberikan gambaran mengenai kesiapan tubuh untuk berlatih, memperkirakan waktu pemulihan, hingga membantu menyusun program latihan yang lebih terukur.

Kombinasi AI dan perangkat wearable membuat pengambilan keputusan terkait olahraga semakin berbasis data. Pengguna tidak lagi hanya mengandalkan insting, tetapi juga analisis teknologi untuk mengetahui kapan tubuh siap dipacu atau justru membutuhkan waktu istirahat.

Meski demikian, AI tetap berfungsi sebagai alat bantu dan bukan pengganti tenaga medis. Pengguna yang memiliki kondisi kesehatan tertentu tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengikuti aktivitas fisik berintensitas tinggi.

Pemanfaatan teknologi tersebut mulai diterapkan dalam ajang Garmin Run Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 20 September di ICE BSD, Tangerang. Penyelenggara menggandeng Halodoc untuk menghadirkan HILDA, asisten kesehatan berbasis AI yang digunakan dalam proses pre-screening kesehatan seluruh peserta sebelum perlombaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui sistem tersebut, peserta diminta mengisi informasi terkait kondisi kesehatannya. AI kemudian membantu memberikan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai kesiapan fisiknya sebelum berada di garis start.

Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, mengatakan penerapan teknologi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berlari yang lebih aman sekaligus nyaman bagi seluruh peserta.

Halaman Selanjutnya

"Kami berkomitmen untuk menyediakan panggung yang lebih besar, aman, dan kompetitif bagi setiap pelari untuk merayakan perjalanan mereka," ujarnya, dikutip Selasa 30 Juni 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |