VIVA – Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim telah dijatuhkan vonis 10 tahun oleh Majelis Hakim atas kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan korporasi Google menjadi pihak yang dituju untuk memperoleh keuntungan dalam perkara korupsi pengadaan laptop di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah vonisnya, Nadiem Makarim angkat bicara mengenai vonis 10 tahun yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadaptnya.
Nadiem mengatakan dirinya divonis dengan fakta-fakta yang tidak masuk akal. Ia merasa tidak dapat berkata-kata atas vonis ini.
“Saya sudah tidak tahu apa kata-kata yang bisa saya ucapkan untuk menjelaskan perasaan saya pada hari ini. Belum pernah ada kasus di mana jutaan orang menyimak setiap fakta persidangan,” ungkap Nadiem Makarim pada unggahan di akun Instagram miliknya, @nadiemmakarim.
“Jarang sekali ada kasus di mana tokoh-tokoh antikorupsi semua serentak menyebut bahwa ini tidak ada unsur korupsinya,” sambungnya.
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Makarim (tengah)
Photo :
- ANTARA FOTO/Salma Talita
Bahkan, dirinya mengaku sudah tidak tahu lagi akan meminta tolong pada siapa demi mendapatkan keadilan.
“Saya sudah tidak tahu lagi mau minta tolong ke siapa, di mana saya bisa mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Pendiri Gojek ini hanya mengharapkan dan mempercayakan keadilan dari masyarakat Indonesia.
“Harapan saya satu-satunya adalah kepada masyarakat Indonesia. Harapan saya satu-satunya adalah kepada setiap orang yang masih percaya kebenaran ada artinya dalam negara ini,” harap Nadiem.
“Saya telah berjuang selama 1 tahun ini… untuk membuka semua kejujuran yang telah kami lakukan. Semua niat baik yang telah saya dan tim saya lakukan di masa kementerian, sudah kita jelaskan. Tapi seolah-olah tidak ada artinya,” sambungnya menjelaskan.
Meski demikian, ia akan tetap berjuang untuk melaksanakan banding demi anak, istrinya dan masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya tentunya akan terus berjuang, demi anak-anak saya, demi keluarga saya, demi seluruh negara Indonesia yang saya masih cintai,” terangnya.
“Saya berjuang! Saya akan segera melaksanakan naik banding. Untuk terus… demi kebenaran, demi anak-anak muda, demi professional yang di luar sana, demi semua orang jujur yang dikriminalisasi,” pungkasnya.
Halaman Selanjutnya
(kmr)

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)



