Matheus Cunha Akhirnya Buka Suara! Gestur 5 Jari ke Pemain Jepang Ternyata Bukan Tanpa Alasan

3 hours ago 1

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:17 WIB

VIVA – Timnas Brasil sukses memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Jepang dengan skor dramatis 2-1. Namun, bukan hanya aksi di lapangan yang menjadi sorotan, melainkan juga gestur lima jari yang diperlihatkan Matheus Cunha kepada pemain muda Jepang, Kento Shiogai.

Aksi tersebut sempat memancing banyak tanda tanya. Setelah pertandingan usai, Cunha akhirnya mengungkap alasan di balik sindiran yang ia tujukan kepada Shiogai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semuanya bermula dari komentar Shiogai jelang pertandingan. Penyerang berusia 21 tahun itu menyebut Brasil sudah tak lagi semenakutkan era sebelumnya dan menilai hanya Prancis serta Argentina yang kini layak disebut sebagai tim terkuat dunia.

"Brasil dulunya memang tim raksasa, tapi bagaimana sekarang? Saya tidak banyak mendengar tentang mereka belakangan ini. Menurut saya hanya Prancis dan Argentina yang benar-benar kuat," ujar Shiogai.

Ucapan tersebut rupanya sampai ke telinga para pemain Brasil dan memicu motivasi tambahan di ruang ganti.

Saat laga berlangsung, Cunha yang tampil sebagai starter terlihat mengangkat lima jarinya ke arah Shiogai. Gestur itu merujuk pada koleksi lima gelar Piala Dunia yang dimiliki Brasil, yakni pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Tak hanya itu, penyerang Manchester United tersebut juga memberikan isyarat agar sang lawan tetap tenang.

Usai pertandingan, Cunha menegaskan aksinya bukan dilandasi kebencian terhadap Jepang.

"Saya tidak punya masalah apa pun dengan Jepang. Mereka tim yang hebat. Tetapi dia mengatakan beberapa hal tentang Brasil yang tidak bisa kami terima. Ini soal rasa hormat kepada negara kami dan jersey yang kami kenakan," kata Cunha.

Di atas lapangan, Jepang sebenarnya sempat membuat kejutan. Kaishu Sano membawa Samurai Biru unggul lebih dulu pada menit ke-29 dan membuat Brasil berada di bawah tekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pengalaman Selecao kembali berbicara. Casemiro menyamakan kedudukan pada menit ke-56 sebelum Gabriel Martinelli muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan di masa injury time yang memastikan Brasil menang 2-1 sekaligus melaju ke babak 16 besar.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memuji mental bertanding anak asuhnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Meski demikian, pelatih asal Italia itu juga memberikan apresiasi kepada Jepang yang dinilai tampil disiplin dan merepotkan sepanjang pertandingan.

Halaman Selanjutnya

Kemenangan ini menjaga mimpi Brasil untuk meraih gelar Piala Dunia keenam tetap hidup. Selanjutnya, Selecao akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading dan Norwegia di babak 16 besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |