VIVA – Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah memunculkan banyak profesi baru. Salah satu yang paling populer adalah prompt engineer, yaitu orang yang merancang instruksi agar model AI menghasilkan respons yang optimal.
Namun, seiring semakin matangnya teknologi AI, para analis menilai profesi tersebut bukan satu-satunya peluang karier yang akan berkembang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan dari World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025, LinkedIn Jobs on the Rise, McKinsey & Company, dan Microsoft Work Trend Index, dikutip VIVA Selasa, 30 Juni 2026, menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di era AI akan lebih berfokus pada kombinasi keahlian teknis, analitis, dan pemahaman bisnis.
Banyak pekerjaan baru diperkirakan akan menjadi fondasi transformasi digital di berbagai sektor dalam beberapa tahun mendatang.
Berikut sejumlah profesi AI yang diprediksi menjadi tulang punggung industri masa depan.
1. AI Engineer
AI Engineer menjadi salah satu profesi yang paling banyak dicari perusahaan teknologi.
Tugasnya tidak hanya membangun model AI, tetapi juga mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam aplikasi, layanan, dan proses bisnis. Seorang AI Engineer perlu memahami machine learning, pemrograman, pengelolaan data, hingga penerapan model AI dalam lingkungan produksi.
Menurut LinkedIn, permintaan terhadap profesi ini terus meningkat di berbagai negara karena semakin banyak perusahaan mengadopsi AI dalam operasional sehari-hari.
2. AI Product Manager
Mengembangkan AI bukan hanya urusan teknis. AI Product Manager bertugas menjembatani kebutuhan bisnis dengan kemampuan teknologi. Mereka menentukan fitur yang perlu dikembangkan, mengelola prioritas produk, serta memastikan solusi AI benar-benar memberikan nilai bagi pengguna.
McKinsey menilai peran ini semakin penting karena banyak organisasi membutuhkan pemimpin yang mampu menerjemahkan potensi AI menjadi produk yang layak secara bisnis.
3. AI Security Specialist
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Semakin luas penggunaan AI, semakin besar pula risiko keamanan. AI Security Specialist bertanggung jawab melindungi model AI dari serangan siber, manipulasi data, pencurian model, hingga penyalahgunaan sistem otomatis.
Menurut WEF, keamanan siber akan menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan lapangan kerja tercepat dalam beberapa tahun mendatang, terutama karena AI kini digunakan di sektor-sektor yang bersifat kritis.
Halaman Selanjutnya
4. AI Ethics and Governance Specialist

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)



