AI Mulai Masuk Dunia Perfilman, Karya Pulang Raih Penghargaan Best AI Film 2026

1 week ago 6

Senin, 14 September 2026 - 23:57 WIB

VIVA – Kecerdasan buatan (AI) kini merambah ke ranah film pendek bertema sosial. Dalam gelaran Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia, panitia untuk pertama kalinya memperkenalkan kategori Best AI Film Award, sebuah penghargaan bagi karya yang memanfaatkan AI untuk bercerita tentang isu-isu sosial di masyarakat.

Ajang yang digagas oleh Li Foundation ini digelar dalam Regional Screening & Awarding Day di Ice Palace, Lotte Mall, Jakarta, dengan menampilkan 11 karya terbaik dari komunitas di berbagai daerah Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehadiran kategori Best AI Film Award bukan tanpa alasan. Panitia menyebut kategori ini hadir untuk membuka akses berkarya bagi lebih banyak orang, terutama mereka yang selama ini terkendala biaya produksi, keterbatasan peralatan, atau minimnya keterampilan teknis dalam pembuatan film konvensional.

Meski memanfaatkan teknologi AI, penilaian terhadap karya-karya yang berkompetisi tetap berfokus pada empat aspek utama: storytelling, orisinalitas, eksekusi, dan dampak sosial.

Dengan kata lain, AI diposisikan sebagai alat bantu untuk mendukung kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Tiga karya terpilih masuk dalam kategori ini, yaitu Pulang, Jahitan Harapan di Atas Puing, dan 2 Are Better Than 1.

Dari tiga karya finalis tersebut, Pulang karya Dika Karan keluar sebagai pemenang pertama Best AI Film Award dan memperoleh hadiah sebesar Rp30 juta. Sementara itu, karya berjudul Nyanyian di Angkringan garapan Tim Samudra turut mendapatkan penghargaan Honourable Mention.

Direktur Li Foundation, Candy Goh, menegaskan bahwa esensi dari #InspiringIndonesia tidak berhenti pada capaian teknis semata, melainkan pada kekuatan cerita itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“#InspiringIndonesia 2026 bukan hanya tentang karya, tetapi juga tentang keterlibatan komunitas dan kekuatan storytelling dalam menciptakan perubahan. Karena pada akhirnya, setiap cerita yang dibagikan adalah bentuk empowerment. Kami berharap semakin banyak orang terus bercerita, menginspirasi, membangun koneksi, dan menciptakan perubahan positif,” ujar Candy Goh, Director, Li Foundation, dalam keterangannya, dikutip Senin 14 September 2026. 

Kemenangan di tingkat nasional ini membuka jalan bagi para finalis untuk melaju ke tingkat regional, memperebutkan kesempatan tampil di Grand Final Inspiring Asia di Manila, Filipina. Untuk kategori Best AI Film secara khusus, tersedia modal regional hingga US$10 ribu bagi pemenang di tingkat Asia.

Halaman Selanjutnya

Dengan diperkenalkannya kategori ini, Inspiring Asia Micro Film Festival menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mulai diarahkan tidak hanya untuk efisiensi produksi konten, tetapi juga sebagai sarana demokratisasi akses berkarya, memberi ruang bagi lebih banyak suara komunitas untuk didengar melalui medium film.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |