VIVA – Persoalan antara agensi asal Indonesia dan influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, kini berlanjut ke jalur hukum. Pihak agensi resmi membuat laporan polisi setelah upaya penyelesaian secara baik-baik disebut belum menemukan titik temu.
Laporan tersebut dibuat oleh pihak yang diwakili tim kuasa hukum Machi Ahmad dan Michael Sugijanto. Langkah hukum ini disebut menjadi upaya terakhir klien mereka untuk mendapatkan kejelasan terkait kerja sama investasi yang sebelumnya telah disepakati bersama Aisar Khaled.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu persoalan utama yang menjadi dasar laporan adalah adanya kewajiban pembayaran yang disebut belum dituntaskan oleh Aisar. Nilainya mencapai miliaran rupiah atau sekitar Rp5,7 miliar berdasarkan keterangan pihak pelapor.
"Aisar dan klien kami itu sudah menandatangani perjanjian investasi. Di perjanjian tersebut, sisa yang belum dibayarkan oleh Aisar sekitar Rp 5,7 miliar," ujar Michael Sugijianto di Polda Metro Jaya, mengutip tayangan YouTube, Senin 14 September 2026.
Michael menjelaskan, kerja sama antara kliennya dan Aisar Khaled dituangkan dalam sebuah perjanjian yang dibuat pada Februari 2026. Hubungan tersebut disebut bermula ketika kliennya turut membantu Aisar dalam menjalankan aktivitas profesionalnya di Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, kerja sama tersebut berkembang dan berkaitan dengan pekerjaan serta penyelenggaraan sejumlah kegiatan. Pihak agensi mengklaim telah memberikan dukungan kepada Aisar dalam perjalanan kariernya di Indonesia.
Namun, menurut pihak kuasa hukum, masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan sesuai kesepakatan. Penyelesaian persoalan tersebut kemudian dicoba melalui komunikasi langsung sebelum akhirnya dibawa ke ranah hukum.
Michael mengatakan Aisar sebelumnya disebut memiliki pilihan untuk memenuhi kewajibannya melalui pembayaran maupun menjalankan pekerjaan yang telah dijanjikan.
"Jadi bentuk laporan ini adalah bentuk terakhir, upaya dari klien kami untuk mencari keadilan dan bertemu dengan Aisar," tegas Michael Sugijanto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain persoalan finansial, pihak agensi juga menyoroti komitmen pekerjaan yang sebelumnya diklaim telah disepakati. Michael menyebut Aisar sempat menyampaikan kesediaan untuk memenuhi kewajibannya dengan melakukan aktivitas secara langsung, termasuk menghadiri acara atau event tertentu.
Akan tetapi, menurut pihak pelapor, kewajiban tersebut belum juga direalisasikan. Bahkan, komunikasi disebut tetap tidak mendapatkan respons meski pihak agensi telah melayangkan somasi.
Halaman Selanjutnya
Situasi tersebut akhirnya mendorong agensi mengambil langkah hukum. Michael mengatakan timnya sebelumnya telah berusaha menyelesaikan persoalan tanpa melibatkan kepolisian.

1 week ago
9





















