Jakarta, VIVA – Merz Aesthetics memperkenalkan program "See My Skin, Lift My Way" untuk tahun 2026 dalam ajang Ultherapy PRIME Soirée di Kuala Lumpur, sebagai bagian dari upaya mengakselerasi pertumbuhan di industri estetika medis khususnya di Indonesia.
Associate Vice President (VP) Regional Commercial APAC Merz Aesthetics, Raymond Ong menambahkan, pada kesempatan yang sama pihaknya juga meluncurkan Ultherapy Mask – PDRN Peptide Radiance, sebagai bagian terbaru dari pengalaman Ultherapy PRIME.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, acara ini mencerminkan komitmen Merz Aesthetics untuk menghadirkan layanan estetika yang lebih personal dan autentik, utamanya bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
"Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam perawatan kulit. Dengan meluncurkan Ultherapy Mask – PDRN Peptide Radiance dan program 'See My Skin, Lift My Way' untuk 2026, kami kembali menegaskan komitmen untuk membantu setiap individu mendapatkan solusi perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Ong dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.
Ilustrasi kecantikan
Photo :
- Istimewa/Beauty Bar
"Kami juga ingin memperluas pengalaman autentik Ultherapy PRIME yang sebelumnya tersedia di klinik mengarah kepada rutinitas perawatan kulit sehari-hari," ujarnya.
Ong menjelaskan, program "See My Skin, Lift My Way" lahir dari keyakinan bahwa kecantikan sejati tidak perlu diseragamkan, karena setiap individu berhak merayakan keunikan dan jati dirinya.
Seiring dengan perkembangan estetika medis, pasien tidak lagi hanya mencari perubahan yang terlihat secara fisik. Mereka juga menginginkan pengalaman yang lebih personal, hasil yang alami, serta perawatan yang membantu mereka tampil dengan penuh percaya diri.
Tren tersebut juga tecermin di Indonesia. Menurut Research and Markets, pasar estetika medis Indonesia diperkirakan tumbuh hampir dua kali lipat dari US$257,05 juta pada 2023 menjadi US$495,64 juta pada 2029 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,56 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap prosedur estetika minim invasif, kemajuan teknologi perawatan, serta kebutuhan akan solusi yang mampu memberikan hasil alami dan sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.
Menurut Ong, Indonesia merupakan pasar yang dinamis di Asia Tenggara. Terlebih, prospek pasar Indonesia juga didukung meningkatnya minat terhadap perawatan estetika yang personal, minim invasif, dan natural.
Halaman Selanjutnya
"Kami melihat pergeseran preferensi konsumen yang kini juga mengutamakan pengalaman perawatan yang relevan dengan kebutuhan masing-masing individu sehingga membuka peluang bagi kami untuk menghadirkan solusi yang lebih inovatif," ujarnya.

6 days ago
2











