Aksi Bersih-Bersih Suporter Jepang Dikritik, Dinilai Tak Sejalan dengan Kehidupan Rumah Tangganya

4 hours ago 1

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:00 WIB

VIVA –Penggemar sepak bola Jepang selama ini dikenal luas di berbagai belahan dunia karena kebiasaan mereka membersihkan stadion setelah pertandingan usai. Tradisi tersebut bahkan kerap mendapat pujian internasional, terutama saat ajang Piala Dunia

Namun kini, kebiasaan yang selama ini dipandang positif justru memicu perdebatan di dalam negeri setelah dikaitkan dengan ketimpangan pembagian pekerjaan rumah tangga antara pria dan wanita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi bermula ketika sejumlah foto yang memperlihatkan suporter Jepang memungut sampah di tribun stadion setelah pertandingan kembali beredar di media sosial. Aksi tersebut sebenarnya merupakan tradisi yang telah lama dilakukan dan menjadi salah satu ciri khas pendukung sepak bola Jepang.

Namun, sebuah unggahan viral di media sosial mempertanyakan apakah para pria yang rajin membersihkan area publik itu juga turut berkontribusi dalam mengerjakan pekerjaan rumah di rumah masing-masing.

Unggahan Viral Memicu Perdebatan

Melansir laman News18, Minggu 21 Juni 2026,, gambar yang ramai diperbincangkan memperlihatkan dua situasi yang kontras. Di satu sisi, seorang pria terlihat memungut sampah di stadion setelah pertandingan. Di sisi lain, pria yang sama digambarkan sedang bersantai di sofa rumah, sementara istrinya mencuci piring dan mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga.

Unggahan tersebut menyoroti rendahnya keterlibatan pria Jepang dalam pekerjaan domestik. Disebutkan bahwa waktu yang dihabiskan pria Jepang untuk mengerjakan pekerjaan rumah termasuk yang paling rendah di antara negara-negara maju.

Pesan tersebut mendapat respons besar dari warganet. Puluhan ribu orang memberikan tanda suka dan ikut terlibat dalam diskusi yang lebih luas mengenai peran gender dalam masyarakat Jepang.

"Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tetapi tidak ada yang ingin membantu ibu mencuci piring," tulis salah satu pengguna media sosial.

Kesenjangan Pekerjaan Rumah Tangga Jadi Sorotan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdebatan ini kembali mengangkat isu lama mengenai ketimpangan pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar antara pria dan wanita di Jepang.

Berdasarkan data OECD, perempuan Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam setiap hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga tanpa upah. Sebaliknya, pria rata-rata menghabiskan waktu kurang dari satu jam per hari untuk pekerjaan serupa.

Halaman Selanjutnya

Perbedaan tersebut bahkan lebih besar dalam keluarga yang memiliki anak kecil. Dalam banyak kasus, perempuan menghabiskan beberapa jam lebih banyak setiap harinya untuk mengurus anak sekaligus menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dibandingkan pasangan pria mereka.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |