Jumat, 13 Maret 2026 - 16:30 WIB
China, VIVA –Momen presiden Donald Trump yang didoakan oleh sejumlah pemimpin gereja saat pertemuan di Oval Office Gedung Putih pada 5 Maret 2026 kembali jadi sorotan. Peristiwa yang awalnya merupakan pertemuan spiritual ini kemudian ramai diparodikan sejumlah netizen di China.
Dalam sejumlah video yang beredar, para pekerja di pabrik kecil maupun kantor mencoba menirukan suasana serupa. Mereka berkumpul membentuk lingkaran dan meletakkan tangan di bahu atau kepala seorang rekan, seolah-olah sedang memberikan doa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun alih-alih menyampaikan doa yang khidmat, mereka justru mendoakan dengan hal-hal yang bersifat praktis secara bercanda, seperti kenaikan gaji, peningkatan omzet bulanan, atau kinerja bisnis yang lebih baik.
Video-video parodi ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial China seperti Douyin dan Weibo. Banyak pengguna membagikan ulang rekaman tersebut dan menganggapnya sebagai hiburan internet yang dikaitkan dengan presiden Amerika Serikat itu.
Tren Menyebar ke Platform Internasional
Tren tersebut kemudian meluas ke luar jaringan media sosial China. Sejumlah pengguna mulai membagikan ulang video itu di platform global seperti Facebook dan X, sehingga klip-klip tersebut menjangkau audiens internasional yang lebih luas.
Beberapa orang bahkan menambahkan komentar mereka saat membagikannya. Salah satu unggahan menggambarkan adegan di tempat kerja yang direkayasa dengan menulis, “Presiden Zhang mengundang rekan-rekannya untuk berdoa agar penjualan mesin pemotong aluminium meningkat pada bulan Maret. Semua orang berdiri mengelilingi Presiden Zhang dan meletakkan tangan di bahunya.”
![]()
“Saya sangat menantikan Abad China. Selama ini kita sering diberi gambaran yang menakutkan tentang mereka, padahal mereka ternyata sangat lucu,” tulis pengguna lain dikutip dari laman Economic Times, Jumat 13 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Entah ini lelucon atau bukan, tapi ini bisa menjadi langkah awal yang positif bagi orang-orang China untuk mulai mengeksplorasi keyakinan pada sesuatu di luar dunia sekuler yang serba material,” komentar lainnya.
Sebagai informasi, tren di internet ini berawal dari sebuah pertemuan yang berlangsung beberapa hari sebelumnya di Washington. Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump mengundang sejumlah pendeta dari Amerika Serikat ke Gedung Putih.
Halaman Selanjutnya
Saat berada di Ruang Oval, para pendeta meletakkan tangan mereka pada tubuh presiden sambil memanjatkan doa untuknya. Menurut laporan, mereka berdoa agar Trump diberikan kebijaksanaan dan bimbingan ilahi di tengah ketegangan yang terus berlangsung dengan Iran, sekaligus memohon perlindungan bagi pasukan Amerika di masa yang mereka sebut sebagai masa-masa yang menantang.

3 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



