Anak Usia 0-2 Tahun Rentan Stunting, Kenali Ciri-cirinya!

2 weeks ago 13

Senin, 6 April 2026 - 09:21 WIB

Jakarta, VIVA – Masalah stunting masih menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan kognitif serta kualitas kesehatan jangka panjang. Anak-anak pada usia dini, terutama di bawah dua tahun, diketahui memiliki risiko paling tinggi mengalami stunting. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025, sekitar 6 persen bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator awal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting, karena berat badan bayi berada di bawah standar normal untuk usianya. 

Selain itu, kelompok usia 0 hingga 24 bulan menjadi fase paling rentan, dengan angka kejadian tertinggi tercatat pada rentang usia 12–23 bulan yang mencapai hampir 20 persen.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. 

Kekurangan asupan nutrisi yang berlangsung lama membuat tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar usianya, sekaligus berpotensi menghambat perkembangan otak.

Ciri-ciri Anak Mengalami Stunting

Agar dapat melakukan deteksi sejak dini, orang tua perlu memahami tanda-tanda anak yang berpotensi mengalami stunting, antara lain:

  • Tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar anak seusianya
  • Berat badan sulit naik atau berada di bawah grafik pertumbuhan normal
  • Pertumbuhan gigi yang terlambat
  • Anak tampak lebih kecil atau pendek dibanding teman sebaya
  • Perkembangan kemampuan motorik dan kognitif cenderung lambat
  • Mudah sakit karena daya tahan tubuh yang rendah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenali ciri-ciri tersebut sejak awal sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin. Dengan pemantauan rutin serta pemenuhan gizi yang optimal, risiko stunting dapat ditekan, sehingga anak dapat tumbuh sehat dan mencapai potensi maksimalnya.

Untuk menekan angka stunting, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak. Program ini meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala guna memantau tumbuh kembang serta mendeteksi risiko sejak dini. Langkah tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, kolaborasi dengan sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Salah satunya dilakukan oleh PT Hankook Tire Indonesia yang menyalurkan ribuan paket gizi berisi makanan bernutrisi seperti telur, susu, bubur bayi, dan biskuit. Bantuan ini didistribusikan ke sejumlah desa melalui Posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |