Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan soal kemungkinan untuk meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp 90 triliun di APBN 2027.
Usai rapat kerja dengan DPD RI, Purbaya mengatakan bahwa peningkatan itu nantinya masih harus melihat hasil diskusi-diskusi yang bakal digelar terkait hal tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sekarang itu sementara ada peningkatan sekitar Rp 40 triliun untuk daerah, tetapi range-nya bisa naik sampai Rp 90 triliun. Tergantung nanti diskusi di APBN-nya seperti apa ya. Jadi ruang itu terbuka," kata Purbaya, Senin, 22 Juni 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- Biro KLI Kementerian Keuangan
Dia menambahkan, hal itu tentunya juga harus melalui persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Dimana, menurutnya selama ini Presiden cukup fleksibel dalam hal penyesuaian anggaran.
"Itu semua tergantung Bapak Presiden. Bapak Presiden cukup fleksibel," ujarnya.
Purbaya menambahkan, karena pemerintah masih harus berupaya untuk menjaga defisit APBN 2027 tetap di bawah 3 persen, maka pelaksanaan dari kenaikan anggaran TKD itu harus turut memperhatikan pertimbangan tersebut.
Terlebih, saat ini pemerintah Indonesia tengah mendapat sorotan dari sejumlah lembaga internasional, terkait dengan pengelolaan fiskal dan keuangan negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jangan sampai (defisit) kita lewat 3 persen, karena kita diawasi oleh lembaga-lembaga dunia yang melihat apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang prudent atau tidak," kata Purbaya.
"Begitu tidak prudent, mereka akan menghukum kita. Jadi saya hati-hati sekali di situ," ujarnya.
Prabowo Panggil Rosan Malam-malam, Bahas Transformasi BUMN
Presiden RI Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani di kediaman pribadinya. Bahas apa?
VIVA.co.id
22 Juni 2026

3 weeks ago
6











