Anwar Ibrahim Ungkap Cerita di Balik Kapal Malaysia 'Mulus' Lalui Selat Hormuz, Singgung Tekanan AS

2 weeks ago 13

Senin, 6 April 2026 - 06:23 WIB

VIVA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap cerita di balik negosiasi kapal tanker/minyak Malaysia yang akhirnya dipersilakan melalui Selat Hormuz yang dikendalikan Iran. Anwar mengakui sebelumnya telah menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meminta 'izin' melintasi selat yang tengah dilanda perang itu. 

Anwar pun bercerita mengenai percakapan dan hubungannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu," kata Anwar Ibrahim saat memberikan sambutan di sebuah acara dengan masyarakat Malaysia, di Johor Bahru, Malaysia, Minggu, 5 April 2026.

Dia mengatakan dulu ada pihak yang marah kepada dirinya karena terlalu dekat/baik dengan Iran. Menurut pihak itu, Malaysia harus menjaga perasaan Amerika Serikat.

"(Dia bilang) 'Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran'," ujar Anwar.

Anwar melanjutkan, nyatanya hubungan baik dengan setiap negara membawa kebaikan pula bagi Malaysia.

Ketika dirinya melakukan sambungan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu – setelah berbicara soal perang dan hal lainnya – dia menyinggung soal kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz, dan langsung disambut baik oleh Presiden Iran.

"Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, 'ya, oke'. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, 'oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan'," kata Anwar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anwar lalu bercerita, usai diplomasi kapal berhasil dilakukan, justru ada pihak oposisi yang menyatakan pesimisme, bahwa meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, tapi harga bahan bakar minyak tetap mahal.

"Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak," tegas Anwar Ibrahim.

Halaman Selanjutnya

Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahannya sudah bekerja, namun malah diserang dengan hal semacam itu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |