VIVA –Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap wanita berinisial YTR masih mendapat sorotan hangat masyarakat. Taufik Hidayat diketahui melakukan kekerasan selama tiga tahun lamanya hingga menyebabkan sejumlah luka serius di hampir seluruh tubuh YTR.
Sebut saja bagian mata kanan YTR sudah tidak lagi bisa melihat. Selain itu, bibir bagian atas YTR juga sobek akibat diduga digunting pelaku. Tak hanya luka secara fisik, YTR juga diketahui mengalami luka secara psikis akibat kekerasan yang diterimanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aksi kekerasan yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh Taufik Hidayat ini menimbulkan sejumlah pertanyaan publik. Apakah memang itu ada kepuasan tersendiri secara psikologis terhadap pelaku melakukan kekerasan yang begitu keji dengan waktu yang begitu lama? Terkait dengan hal itu, ahli psikologi forensik, Reza Indragiri angkat bicara.
Dijelaskan oleh Reza bahwa untuk mengetahui apa yang sesungguhnya ada di hati dan kepala pelaku dirinya akan melakukan risk assesment atau penakaran risiko. Hal ini kata Reza guna memagami 5 dimensi pada diri pelaku.
Dimulai dari memahami ada tidak nyariwayat gangguan mental dan penyalahgunaan narkoba. Kedua, fantasi-fantasi kekerasan yang ada di pelaku. Dia biasa baca tulisan tentang apa, menonton film apa, menghayal tentang apa, bahkan bermimpi pun tentang apa.
"Ada tidak tanda-tanda fantasi kekerasan yang ekstrim misalnya di situ?," kata dia dikutip dari tayangan YouTube TvOne News, Kamis 25 Juni 2026.
Ketiga, pola pengekspresian amarah pelaku dari waktu ke waktu.
"Semua orang bisa marah, tapi bagaimana pelaku yang satu ini mengekspresikan amarah dan menjadi sebuah pola dari waktu ke waktu?," sambung dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Point keempat, stabilitas pendidikan dan stabilitas finansial, yang kelima stabilitas domisili atau stabilitas tempat tinggal yang mengindikasikan seberapa jauh yang bersangkutan mampu meregulasi diri sehingga bisa diterima masyarakat banyak.
"Lima hal ini kalau ditelaah melalui risk assesment mudah-mudahan akan memberikan gambaran yang jernih kepada kita tentang apa sih orang yang kita hadapi. Bagaimana kondisi kepribadian dia dan seterusnya. Tapi sekali lagi walaupun risk assesment ini dilakukan dan ditemukan adanya kekhasan tertentu kita berharap teman-teman kepolisian tidak mengekspose adanya abnormalitas tersebut karena saya berharap pelaku ini dihukum berat," kata dia.
Ingat Tragedi Ade Sara? Kisah Cinta Berujung Maut yang Mirip Kasus YTR
Kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan yang menimpa YTR (29) oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), tengah menjadi perhatian publik. Mengingatkan pada kasus Ade Sara.
VIVA.co.id
25 Juni 2026

3 weeks ago
4











