APVINDO Ingatkan Aturan yang Tak Didasari analisisi Ekonomi Bisa Hantam Industri hingga Jutaan Pekerja

6 hours ago 3

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Jakarta, VIVA – Asosiasi Pekerja Vape Indonesia (APVINDO) mengimbau bahwa pembentukan regulasi mengenai vape atau rokok elektrik perlu didasarkan pada kajian ilmiah serta analisis ekonomi yang komprehensif. Sebab, kebijakan itu berpengaruh besar pada kinerja bisnis industri tersebut.

Ketua APVINDO Agung Prasojo menegaskan bahwa apabila regulasi hanya dibangun dari narasi satu arah, maka yang terjadi bukanlah perlindungan masyarakat. Melainkan terputusnya rantai penghidupan bagi jutaan pekerja dan pelaku UMKM yang terlibat dalam industri ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan, kebijakan publik seharusnya tidak dibangun hanya dari kekhawatiran sesaat atau narasi yang belum diuji secara menyeluruh. "Regulasi yang disusun secara tergesa-gesa tanpa dukungan data yang memadai berpotensi mematikan industri legal sekaligus merugikan jutaan pekerja yang bergantung pada sektor ini," ujar Agung dikutip dari keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.

APVINDO menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak adanya aturan. Namun, organisasi ini menuntut agar setiap regulasi disusun secara transparan, berbasis data, serta mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh.

"Kebijakan yang lahir semata-mata dari opini tanpa kajian yang komprehensif justru berisiko menimbulkan konsekuensi ekonomi yang lebih besar dibandingkan persoalan yang ingin diatasi," tambahnya.

Diketahui, Industri vape legal saat ini telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan pelaku UMKM, pekerja di sektor ritel, produsen lokal, hingga pekerja informal yang terhubung dengan ekosistem tersebut. Karena itu, wacana pelarangan total terhadap rokok elektronik dinilai berpotensi menghilangkan banyak lapangan kerja yang telah terbentuk selama ini.

Wacana tersebut juga dikhawatirkan dapat mendorong munculnya pasar ilegal, sekaligus menciptakan ketidakpastian usaha bagi para pelaku industri. Kondisi ini berpotensi merugikan negara, pelaku usaha, serta pekerja yang selama ini beroperasi di sektor legal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan pelarangan total tanpa dasar kajian ilmiah yang kuat juga berpotensi menghambat upaya pengurangan risiko kesehatan (harm reduction) bagi perokok dewasa yang mencoba beralih ke alternatif dengan profil risiko yang dinilai lebih rendah.

APVINDO juga menyampaikan kekecewaan terhadap proses perumusan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan pandangan dari industri, pekerja, maupun hasil penelitian ilmiah dalam diskusi publik.

Halaman Selanjutnya

Regulasi yang tidak mempertimbangkan seluruh aspek termasuk dampak sosial ekonomi serta potensi berkembangnya pasar ilegal dikhawatirkan tidak hanya menjadi tidak efektif, tetapi juga kontraproduktif terhadap tujuan perlindungan masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |