Erick Thohir: Negara Bela Atlet Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing

11 hours ago 4

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:48 WIB

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan negara berpihak kepada para atlet panjat tebing yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Kasus tersebut diduga melibatkan mantan pelatih kepala yang kini telah dipecat secara tidak hormat oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Menpora juga mendukung langkah FPTI yang mendampingi lima atlet korban untuk melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Negara Republik Indonesia agar diproses secara hukum. Menurut Erick, setiap atlet berhak mendapatkan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Negara hadir melindungi para atlet. Kami berpihak pada korban dan mendukung penuh langkah FPTI mendampingi mereka melapor ke kepolisian agar kasus ini diproses secara hukum. Korban harus mendapatkan keadilan, dan jika pelaku terbukti bersalah, maka harus dihukum seberat-beratnya,” ujar Erick.

Erick menilai kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di semua cabang olahraga. Ia menekankan bahwa keselamatan serta kesejahteraan atlet harus menjadi prioritas utama dalam membangun ekosistem olahraga nasional.

Menurutnya, dunia olahraga seharusnya menjadi ruang aman bagi para atlet untuk berlatih, berkembang, dan meraih prestasi, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan seperti ini. Tidak ada tempat bagi kekerasan, apalagi kekerasan seksual dalam olahraga. Kami di Kemenpora mendorong seluruh federasi, pelatih, pengurus, hingga komunitas olahraga untuk bersama-sama membangun budaya yang menjunjung tinggi integritas, menghormati martabat manusia, serta melindungi atlet,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengungkapkan bahwa pihak federasi membantu para korban untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri konferensi pers pengenalan tim pelatnas panjat tebing menuju Asian Games 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yenny juga mengapresiasi keberanian lima atlet yang berani mengungkap dugaan kekerasan fisik dan seksual yang mereka alami. Menurutnya, langkah para korban untuk bersuara dan menempuh jalur hukum menunjukkan komitmen untuk mengungkap kebenaran.

“Secara organisasi FPTI memang tidak bisa langsung melaporkan, tetapi kami membantu mencarikan pengacara bagi para korban yang ingin melapor ke polisi,” kata Yenny.

Halaman Selanjutnya

Ia menambahkan, FPTI berkomitmen melindungi hak serta privasi para atlet yang menjadi korban. Federasi juga siap memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan melalui tim kuasa hukum para korban.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |