VIVA –Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga membawa dampak positif bagi kesehatan. Namun, aktivitas tanpa pemanasan memadai maupun manajemen pemulihan seperti pendinginan dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan cedera.
Review ilmiah terbaru tahun 2025 yang dipublikasikan ReseachGate menegaskan bahwa pemanasan membantu menurunkan risiko cedera, sementara pendinginan berperan dalam mendukung proses pemulihan serta membantu mengurangi keluhan nyeri setelah aktivitas fisik.
Secara global, gangguan muskuloskeletal masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas. World Health Organization (WHO) dalam WHO Guideline on Chronic Low Back Pain (2023) melaporkan sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup serta penuaan populasi.
Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, risiko cedera otot dan sendi juga ikut meningkat. Studi epidemiologi olahraga global seperti Injury Epidemiology in Elite Adult Field-Based Team Sports, menunjukkan cedera cukup umum terjadi saat aktivitas fisik, terutama pada lutut dan pergelangan kaki akibat gerakan repetitif.
Tren ini juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sosial seperti padel, yang mengombinasikan pergerakan cepat, perubahan arah, dan aktivitas raket. Kondisi tersebut menegaskan bahwa peningkatan aktivitas fisik perlu diimbangi dengan pemahaman pencegahan cedera serta pemulihan otot dan sendi yang tepat.
Edukasi mengenai manajemen nyeri dan akses terhadap solusi terapi yang praktis menjadi semakin penting agar masyarakat dapat tetap aktif berolahraga secara aman tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Menurut Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dr. Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K, nyeri pasca-aktivitas sering muncul akibat peningkatan intensitas latihan secara mendadak, teknik gerakan yang kurang tepat, atau minimnya pemanasan.
“Pendekatan non-farmakologis seperti stimulasi saraf listrik dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan mendukung relaksasi otot, sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal jika digunakan sesuai anjuran,” jelasnya.
Melihat masalah ini, OMRON memperkenalkan perangkat terbaru berbasis TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk membantu masyarakat mengelola nyeri otot dan sendi secara praktis di tengah tren gaya hidup aktif. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan menghadirkan inovasi kesehatan berbasis teknologi yang mudah diakses serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Perangkat tersebut terdiri dari OMRON Sport TENS HV-F030 dan OMRON TENS HV-F230, sebagai bagian dari penguatan lini solusi terapi nyeri yang semakin personal, praktis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat aktif saat ini. Untuk jenis TENS HV-F030 dirancang untuk mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik maupun olahraga rutin.
Sementara itu untuk jenis TENS HV-F230 menawarkan tingkat kustomisasi terapi yang lebih tinggi. Perangkat buatan Jepang ini cocok digunakan sebagai solusi pereda nyeri bagi pengguna usia lanjut. Jenis ini menawarkan tingkat kustomisasi terapi yang lebih tinggi. Perangkat buatan Jepang ini cocok digunakan sebagai solusi pereda nyeri bagi pengguna usia lanjut.
“Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus meningkat, dan kami melihat kebutuhan terhadap solusi pemulihan yang praktis serta berbasis teknologi juga semakin besar. Kami ingin berkontribusi tidak hanya melalui perangkat kesehatan, tetapi juga dengan mendorong pemahaman bahwa pemulihan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang,” ujar Director OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe di Jakarta baru-baru ini

11 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
