Bandar Lampung, VIVA – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya takluk 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League, Selasa 10 Maret 2026. Meski mengakui kualitas lawan, Santos menilai kepemimpinan wasit menjadi faktor krusial yang merugikan Singo Edan.
Laga yang berlangsung di Bandar Lampung tersebut berjalan sengit. Arema FC sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Joel Vicinius, sebelum akhirnya Bhayangkara berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Santos kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit. Bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga," ujar Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai pertandingan dilansir ANTARA.
Bandingkan dengan Liga Italia dan Libertadores
Pelatih asal Portugal ini merasa banyak keputusan wasit sejak awal hingga akhir pertandingan yang menyudutkan Arema FC. Bahkan, ia membawa pengalamannya melatih di kompetisi elite dunia untuk menggambarkan situasi yang ia alami di lapangan.
“Saya pernah melatih di Liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," tegasnya.
Salah satu poin yang disoroti tajam adalah perbedaan perlakuan wasit terkait sanksi di lapangan. Santos mempertanyakan kartu merah yang diterima pemainnya, sementara tim tuan rumah dianggap minim sanksi meski melakukan pelanggaran.
“Keputusan kartu merah memang hak wasit. Namun, perbedaannya adalah Bhayangkara tidak mendapatkan kartu sama sekali. Tentu dalam situasi seperti ini menjadi sulit bagi kami," tambah Santos.
Apresiasi Pemain dan Pesan untuk Sepak Bola Indonesia
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski harus menelan kekalahan pahit, Marcos Santos tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para penggawa Arema FC yang terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan. Di sisi lain, ia menyelipkan pesan kritis untuk kemajuan sepak bola Indonesia, terutama terkait penggunaan wasit asing.
“Tentunya saya prihatin dengan sepak bola Indonesia yang sudah maju. Tetapi kalau menggunakan wasit dari luar, seharusnya mereka bisa bersikap lebih tegas lagi,” pungkasnya.
Halaman Selanjutnya
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Arema FC untuk menatap laga-laga selanjutnya agar tetap mampu bersaing di papan klasemen.

2 days ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
