Rabu, 11 Maret 2026 - 11:00 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Wawancaral awas presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali jadi sorotan publik. Dalam wawancaranya dengan The Guardian pada tahun 1988, dirinya pernah mempertimbangkan gagasan untuk mengambil alih pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran sebagai cara menunjukkan kekuatan AS di kawasan teluk sekaligus menghukum Iran. Ide tersebut sebenarnya sudah terlintas di pikirannya hampir 40 tahun lalu.
“Saya akan bersikap keras terhadap Iran. Mereka selama ini menekan kita secara psikologis dan membuat kita terlihat seperti sekumpulan orang bodoh. Jika satu peluru saja ditembakkan ke salah satu prajurit atau kapal kami, saya akan menghantam Pulau Kharg. Saya akan masuk dan mengambil alihnya,” kata dia dikutip dari laman Middle East Eye, Rabu 11 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wawancara lama itu kembali menjadi sorotan setelah sejumlah media melaporkan adanya pembicaraan antara AS dan Israel terkait kemungkinan merebut pulau tersebut yang menjadi lokasi utama ekspor sekitar 90 persen minyak mentah Iran. Situs berita Axios bahkan melaporkan bahwa pada pekan lalu AS dan Israel sempat mendiskusikan rencana pengambilalihan Pulau Kharg.
Wawancara Trump dengan The Guardian pada 1988 menunjukkan bahwa gagasan tersebut sebenarnya sudah lama muncul. Dalam wawancara itu, ia juga menyatakan bahwa dunia akan lebih baik jika Iran dihadapi secara langsung.
Komentar Trump di tahun 1988 itu muncul di tengah latar belakang Perang Iran–Irak, konflik brutal antara Irak yang dipimpin Saddam Hussein dan Republik Islam Iran, yang menewaskan sekitar 500.000 orang.
Pada akhir 1980-an, Angkatan Laut Amerika Serikat mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz serta menyerang instalasi minyak dan ranjau milik Iran.
Sikap keras Trump terhadap Iran sebenarnya sudah terlihat sejak wawancara tersebut.
“Iran bahkan tidak bisa mengalahkan Irak, tetapi mereka bisa menekan Amerika Serikat. Akan baik bagi dunia jika mereka dilawan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejarah yang kompleks
Seperti banyak orang Amerika dari generasinya, pandangan Trump terhadap Iran sangat dipengaruhi oleh peristiwa tahun 1979 ketika pemerintahan shah yang didukung Amerika, Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan. Pemberontakan rakyat tersebut kemudian melahirkan Republik Islam Iran.
Halaman Selanjutnya
Pada November 1979, sebanyak 66 warga Amerika disandera dari Kedutaan Besar AS di Teheran. Empat belas orang dibebaskan lebih awal, sementara 52 lainnya ditahan selama lebih dari 400 hari.

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
