loading...
Komandan Angkatan Laut IRGC Iran Laksamana Muda Alireza Tangsiri dilaporkan telah tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di daerah pesisir Bandar Abbas. Foto/NDTV
TEL AVIV - Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Laksamana Muda Alireza Tangsiri dilaporkan telah tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di daerah pesisir Bandar Abbas. Laporan tersebut muncul di berbagai media Israel, Kamis (26/3/2026), yang mengutip seorang pejabat Zionis.
Menurut laporan Times of Israel, Tangsiri dikenal sebagai sosok yang mendalangi penutupan Selat Hormuz. Belum ada komentar resmi dari Iran atau pun militer Israel mengenai serangan yang menewaskan Tangsiri.
Baca Juga: Iran Ungkap Daftar 6 Negara Sahabat Bebas Lewat Selat Hormuz, Indonesia Tak Disebut
Sebelumnya, Tangsiri merupakan salah satu dari sedikit tokoh besar Iran yang selamat dari upaya pembunuhan AS-Israel dalam perang saat ini. Sebagai komandan berpengalaman yang menjabat sejak 2018, dia telah memainkan peran penting dalam penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
Dengan cengkeramannya pada lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia ke laut lepas, Iran telah memblokir kapal-kapal yang dianggap terkait dengan upaya perang AS dan Israel, tetapi membiarkan sejumlah kecil kapal lainnya lewat. Di masa damai, 20 persen dari seluruh perdagangan minyak dan gas alam diangkut melalui jalur air strategis ini.
Cengkeraman Teheran pada jalur tersebut telah menyebabkan penurunan 95 persen dalam pengiriman energi harian melalui jalur air yang penting ini. Jalur tersebut biasanya dilalui sekitar 120 transit harian, menurut situs intelijen industri pelayaran Lloyd's List. Namun, dari tanggal 1 hingga 25 Maret, kapal pengangkut komoditas hanya melakukan 155 penyeberangan, menurut perusahaan analitik Kpler—penurunan sebesar 95 persen.
Dari jumlah tersebut, 99 adalah kapal tanker minyak dan pengangkut gas, dan sebagian besar berlayar ke timur keluar dari selat. Hanya dua kapal yang terdeteksi melintasi selat pada hari Rabu, keduanya menuju ke barat.
Kantor berita Fars dan Tasnim, keduanya dekat dengan IRGC, telah melaporkan bahwa Teheran juga berupaya untuk meformalkan proses pengenaan biaya untuk membiarkan kapal lewat. Iran dilaporkan sedang menerapkan "rezim 'pos tol' de facto", dengan beberapa kapal membayar dalam yuan China untuk melewati selat tersebut.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



