Selasa, 7 Juli 2026 - 12:40 WIB
Washington, VIVA – Amerika Serikat (AS) menyatakan uji coba rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir dari kapal selam milik China merupakan perkembangan yang "sangat mengkhawatirkan" bagi kawasan Asia maupun dunia.
Menanggapi uji coba yang dilakukan sekitar 20 jam sebelumnya itu, Departemen Luar Negeri AS, Senin 6 Juli mengeluarkan pernyataan yang mendesak China agar menahan laju proliferasi senjata nuklir serta menegaskan kembali komitmen Washington terhadap pertahanan para sekutunya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Percepatan pengembangan senjata nuklir Beijing yang berlangsung cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan maupun dunia," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Menurut militer dan media pemerintah China, angkatan laut negara itu pada Senin berhasil meluncurkan rudal strategis yang membawa hulu ledak tiruan dari kapal selam bertenaga nuklir menuju perairan lepas di Samudera Pasifik.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya memantau peluncuran rudal balistik antarbenua yang tidak membawa hulu ledak tersebut hingga jatuh di kawasan selatan Samudera Pasifik.
Washington juga meminta China terlibat dalam pembahasan pengendalian senjata yang lebih bermakna serta berkomitmen menerapkan mekanisme pemberitahuan rutin mengenai peluncuran rudal maupun wahana antariksa.
Menurut AS, komitmen tersebut telah dijalankan oleh negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Inggris, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
Pernyataan AS itu menambah daftar negara yang menyampaikan keprihatinan mereka atas peluncuran tersebut, setelah sebelumnya Australia, Jepang, dan sejumlah negara lain juga menyampaikan kritik.
Respons itu muncul ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tengah berupaya menstabilkan hubungan bilateral di tengah persaingan geopolitik yang masih berlangsung.
Setelah Trump berkunjung ke Beijing pada pertengahan Mei, Xi dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Keduanya telah sepakat bertemu di Gedung Putih pada 24 September mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Departemen Luar Negeri AS tidak menjelaskan apakah Washington telah menerima pemberitahuan sebelum peluncuran rudal dilakukan.
Sebelumnya, pemerintah China menyatakan uji coba tersebut merupakan bagian rutin dari latihan militer tahunan angkatan laut dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.
Halaman Selanjutnya
China juga menegaskan rudal tersebut jatuh tepat di wilayah perairan yang telah ditentukan serta seluruh pelaksanaan uji coba dilakukan sesuai hukum internasional.

1 week ago
1











