Minggu, 5 Juli 2026 - 06:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pejabat Amerika Serikat berusaha memperingatkan Iran pada musim semi ini, terkait kekhawatiran soal Israel yang mungkin akan membunuh negosiator Iran selama perundingan.
Kedua pejabat AS yang tak disebutkan namanya itu mengungkapkan soal kekhawatiran tersebut, mengingat bahwa Israel disebut-sebut telah menargetkan dua orang delegasi Iran yang terlibat dalam perundingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keduanya yakni Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf selaku tokoh utama dalam perundingan, atau bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi yang juga berperan penting dalam negosiasi tersebut.
PM Israel, Netanyahu (kiri), Presiden AS, Trump (kanan)
Para pejabat AS tersebut menyampaikan peringatan itu melalui perantara. Hingga Jumat, 2 Juli 2026, belum ada tanda-tanda langsung bahwa intelijen AS memiliki informasi mengenai rencana pembunuhan tertentu yang mendasari peringatan tersebut.
Namun, pejabat pertahanan tertinggi Israel telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembunuhan para pemimpin senior Iran.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya pernah mengatakan bahwa tindakan semacam itu justru mempersulit proses negosiasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Maret 2026 lalu, Trump menolak mengungkap identitas pihak Iran yang menjadi mitra perundingan dengan AS, karena tidak ingin mereka menjadi sasaran pembunuhan. Trump pun menambahkan situasi menjadi rumit.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan The New York Times tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, Israel menyebut laporan tersebut sebagai "berita palsu" dan rekayasa yang sepenuhnya tidak sesuai dengan kenyataan. (Ant).
Petinggi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Bertemu Menlu Iran
Petinggi Hizbullah dan Hamas terlihat datang untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran serta bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
VIVA.co.id
5 Juli 2026

1 week ago
8











