VIVA – Nama pendakwah Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah disebut dalam persidangan dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo–Semarang Segmen 1 (JGSS) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin 13 Juli 2026. Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap adanya dugaan aliran dana sebesar Rp100 juta yang disebut mengalir kepada Gus Miftah.
Nama pendiri Pondok Pesantren Ora Aji itu mencuat ketika jaksa memeriksa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek JGSS, Dheki Martin, sebagai saksi dalam perkara yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Saat membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), jaksa menyinggung adanya pemberian uang yang diduga berasal dari dana proyek.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam persidangan, Dheki Martin tidak membantah isi BAP yang dibacakan. Jaksa kemudian berupaya memperjelas identitas penerima dana dengan mengaitkannya pada sosok Gus Miftah yang sempat menjadi perbincangan nasional akibat polemik ucapannya kepada seorang penjual es teh saat mengisi pengajian di Magelang pada November 2024.
Jaksa bahkan menyebut ciri fisik khas pendakwah tersebut saat menegaskan dugaan penerimaan uang tersebut.
"Dia juga dapat duit itu Rp100 juta rupiah. Supaya orang tahu, supaya orang di Pati juga tahu. Gus Miftah yang rambutnya gondrong dapat duit dari bapak (Dheki) dari duit proyek supaya orang tahu," kata jaksa.
Sementara itu, Sudewo memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh mengenai dugaan aliran dana tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui informasi yang disampaikan jaksa di persidangan.
"Saya enggak paham. Kalau itu enggak paham. Enggak tahu," kata Sudewo.
"Saya enggak bisa komentar apa-apa, terima kasih," tambahnya.
Perlu dicatat, penyebutan nama Gus Miftah dalam persidangan merupakan bagian dari keterangan yang disampaikan di muka sidang. Hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Gus Miftah terbukti melakukan tindak pidana terkait perkara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Asal-usul Gus Miftah
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan aliran dana itu, profil dan latar belakang Gus Miftah kembali menjadi perhatian publik. Pendakwah yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981. Ia dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Halaman Selanjutnya
Selain aktif berdakwah, Gus Miftah juga merambah dunia usaha melalui bisnis parfum bernama D'Goes. Namanya semakin dikenal luas karena pendekatan dakwah yang menyasar berbagai kalangan masyarakat, termasuk pernah menggelar acara selawat di sebuah klub malam di Bali pada 2018 yang kala itu menuai pro dan kontra.

19 hours ago
1











