Asal-usul Stasiun Karet yang Resmi Tutup Hari Ini, Ternyata Sudah Ada Sejak 1922

3 hours ago 2

Selasa, 1 September 2026 - 09:03 WIB

VIVA Stasiun Karet kini tinggal menjadi bagian dari sejarah perjalanan kereta api di Jakarta. Mulai Selasa, 1 September 2026, stasiun yang berada di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu tidak lagi melayani penumpang KRL. 

Pengguna yang sebelumnya naik atau turun di Stasiun Karet harus beralih ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Penutupan ini berkaitan dengan rencana integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebelum akhirnya ditutup, Stasiun Karet sudah melewati perjalanan yang cukup panjang. Stasiun ini telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun. Berikut ulasannya, sebagaimana dihimpun Viva pada Selasa, 1 September 2026.

Dibuka sejak zaman Batavia

Stasiun Karet pertama kali dibuka pada 1 Agustus 1922. Kala itu, stasiun tersebut menjadi bagian dari jalur kereta api Tanah Abang-Manggarai yang mulai beroperasi pada tahun yang sama.

Pembangunan jalur Tanah Abang-Manggarai tidak terlepas dari perubahan tata kota Batavia. Jalur tersebut menggantikan jalur kereta api Lintas Salemba yang terdampak perubahan tata kota.

Stasiun Karet kemudian ikut mengalami perubahan seiring perkembangan sistem perkeretaapian Jakarta. Pada 1980-an, dilakukan elektrifikasi jalur sekaligus renovasi sejumlah stasiun untuk mendukung pengoperasian layanan KRL Lingkar Jakarta.

Pekerjaan tersebut rampung pada 1987. Di tahun yang sama, layanan Lingkar Jakarta mulai beroperasi.

Lokasi Stasiun Karet juga membuatnya cukup dikenal oleh pengguna KRL. Stasiun ini berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Karet Tengsin dan pemakaman Karet Bivak. 

Menariknya, nama Karet sendiri berkaitan dengan kondisi kawasan tersebut pada masa lalu yang dikenal sebagai daerah perkebunan karet. Ada pula cerita mengenai asal-usul nama Karet Tengsin, di mana kawasan tersebut pernah memiliki perkebunan karet yang berkaitan dengan Tan Tieng Shin, seorang tokoh Tionghoa yang dikenal dermawan. Nama Tieng Shin kemudian dalam pelafalan masyarakat berkembang menjadi "Tengsin".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana ditutup sudah muncul beberapa tahun lalu

Pembicaraan mengenai penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru sebenarnya bukan hal baru. Wacana tersebut mulai muncul pada 2022, ketika pola operasional Commuter Line Jabodetabek mengalami perubahan.

Halaman Selanjutnya

Pada saat itu, KAI Commuter masih menyatakan Stasiun Karet tetap beroperasi. Namun, rencana tersebut kembali mencuat pada awal 2025.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |