Bacaan Niat Puasa Nisfu Sya’ban dan Tata Caranya, Amalan Sunnah Jelang Ramadhan

4 weeks ago 15

Senin, 2 Februari 2026 - 23:00 WIB

VIVA Puasa Nisfu Sya’ban menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ibadah ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki nilai spiritual yang dalam sebagai bentuk persiapan diri, baik secara fisik maupun rohani, sebelum memasuki bulan penuh keberkahan.

Nisfu Sya’ban merujuk pada pertengahan bulan Sya’ban, yakni tanggal 15 dalam kalender Hijriah. Momen ini sering dikaitkan dengan malam penuh ampunan, sehingga siangnya pun dimanfaatkan sebagian umat Islam untuk menjalankan puasa sunnah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara historis, Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Hal ini menunjukkan bahwa bulan ini merupakan waktu latihan spiritual sebelum Ramadan. Dengan membiasakan diri berpuasa, seorang Muslim diharapkan lebih siap secara mental, spiritual, dan kedisiplinan ibadah ketika Ramadan tiba.

Bacaan Niat Puasa Nisfu Sya’ban

Seperti puasa sunnah lainnya, puasa Nisfu Sya’ban diawali dengan niat. Berikut bacaan niat yang biasa dilafalkan:

Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata-lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala.”

Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum waktu Subuh. Namun, dalam puasa sunnah, niat juga bisa dilakukan di dalam hati selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Tata Cara Puasa Nisfu Sya’ban

Pelaksanaan puasa Nisfu Sya’ban pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Membaca niat sejak malam hari

Disunnahkan berniat sebelum Subuh agar ibadah lebih sempurna.

2. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa

Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan lain yang membatalkan puasa.

3. Mengisi hari dengan ibadah

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbanyak amalan seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa.

4. Berbuka dengan yang halal dan baik

Saat Maghrib tiba, dianjurkan menyegerakan berbuka serta membaca doa berbuka puasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keutamaan Puasa Nisfu Sya’ban

Puasa di pertengahan Sya’ban menjadi sarana pembersihan diri menjelang Ramadan. Ibadah ini juga menjadi momentum memperbanyak taubat dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. 

Halaman Selanjutnya

Selain itu, puasa sunnah di bulan ini membantu membangun konsistensi ibadah, sehingga transisi menuju puasa wajib Ramadan terasa lebih ringan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |