Bali, VIVA – Perkembangan industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang semakin kuat. Salah satu indikatornya terlihat dari kiprah Bali International Film Festival atau Balinale yang kian mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Festival film yang telah berjalan hampir dua dekade ini semakin memperluas jaringan globalnya melalui kolaborasi dengan sejumlah ajang perfilman dunia. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada tahun 2026, langkah penting kembali dicatatkan Balinale ketika pendiri sekaligus direktur festival, Deborah Gabinetti, dipercaya menjadi juri kompetisi internasional kategori film panjang di International Festival of Films on Art (LeFIFA) yang digelar di Montreal, Kanada. Festival seni film tersebut merupakan salah satu ajang penting yang mempertemukan karya-karya sinema bertema seni dari berbagai negara.
"Penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap standar industri yang kami bangun. Melalui kolaborasi dengan LeFIFA dan SXSW, Balinale berkomitmen menjadi inkubator bagi talenta Indonesia untuk terhubung langsung dengan para pemimpin industri film dunia," ungkap Deborah, dalam keterangannya.
Selain itu, Deborah juga berperan sebagai mentor dalam program industri di South by Southwest (SXSW), festival kreatif berskala global yang berlangsung di Austin, Texas, Amerika Serikat. Keterlibatan ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Balinale dalam jaringan festival internasional yang menjadi tempat bertemunya para pembuat film, produser, serta pelaku industri kreatif dunia.
Pengakuan internasional tersebut tidak lepas dari status Balinale yang pada 2025 berhasil meraih kualifikasi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences, lembaga penyelenggara penghargaan Academy Awards atau Oscar. Dengan status tersebut, film pemenang kategori tertentu di Balinale berpeluang masuk dalam proses seleksi menuju nominasi Oscar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dampak dari pencapaian ini mulai terlihat. Film animasi pendek berjudul Retirement Plan yang menjadi pemenang Balinale 2025 berhasil menembus nominasi Oscar 2026. Keberhasilan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana festival film di Indonesia dapat berperan sebagai pintu masuk bagi karya sinema menuju panggung penghargaan film paling bergengsi di dunia.
Menurut Deborah Gabinetti, pengakuan yang diterima Balinale merupakan refleksi dari standar profesional yang terus dibangun oleh penyelenggara festival. Ia menilai kolaborasi dengan berbagai festival internasional membuka peluang lebih luas bagi para sineas, khususnya dari Indonesia dan kawasan Asia, untuk memperkenalkan karya mereka kepada jaringan industri global.
Halaman Selanjutnya
Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraannya, Balinale terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai ajang pemutaran film, tetapi juga ruang pertukaran gagasan kreatif. Salah satu program penting yang dihadirkan adalah Bali Film Forum, yang mempertemukan penulis naskah dan kreator lokal dengan produser, distributor, serta pelaku industri film internasional.

7 hours ago
4













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)
