Bangun Keamanan Kawasan, Iran Perkuat Hubungan dengan Negara-negara Muslim Tetangga

3 weeks ago 25

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, Teheran berupaya menjalin hubungan politik dan ekonomi yang lebih kuat dengan negara-negara Muslim, khususnya negara-negara tetangganya.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan para tamu di Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40, sebagaimana dikutip dari akun Telegramnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menginginkan hubungan yang baik dengan semua negara Islam, terutama negara-negara tetangga," kata Araghchi, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.

"Kami mengupayakan hubungan ekonomi yang lebih luas dengan semua negara Islam, dan syukurlah, kami telah memiliki hubungan yang luas dengan mereka semua," ujarnya.

Beralih ke Mesir, dia menuturkan tidak ada alasan untuk terjadi perselisihan antara Teheran dan Kairo.

"Kami mengupayakan hubungan yang baik dengan Mesir. Kapan pun teman-teman kami di Mesir mengambil keputusan dan siap untuk memulihkan hubungan, kami pun akan siap," kata Araghchi.

Terkait Lebanon, Dia mengatakan bahwa Teheran menginginkan hubungan yang baik dengan semua kelompok dan faksi politik, serta siap untuk mengembangkan hubungan dengan pemerintahnya.

Namun, dia menuturkan Iran tidak menyetujui beberapa kebijakan pemerintah Lebanon dan berharap Kementerian Luar Negeri Lebanon akan menunjukkan "rasionalitas yang lebih besar."

Araghchi juga mendesak perluasan hubungan Iran yang selama ini terjalin baik dengan negara-negara Afrika.

"Pendekatan kami terhadap dunia Islam didasarkan pada persatuan," ujarnya.

Araghchi juga mengatakan bahwa Iran berupaya memperluas hubungan di seluruh dunia Muslim sembari memberikan perhatian khusus kepada negara-negara tetangga.

Menyinggung ketegangan militer di kawasan, Araghchi mengatakan Iran telah menargetkan posisi Amerika Serikat (AS) di negara-negara sekitar sebagai tanggapan atas serangan AS, namun Teheran tidak pernah menyerang negara-negara Muslim ataupun negara tetangganya.

Menurutnya, Teheran sebelumnya telah memberi tahu negara-negara kawasan bahwa pangkalan dan target AS di wilayah mereka akan menghadapi serangan Iran jika Washington menyerang Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pasukan kami akan menyerang target AS mana pun di kawasan ini selama masa perang, baik itu pangkalan AS, fasilitas, maupun titik kumpul pasukan mereka," kata Araghchi.

Dia menyebut,, serangan AS dan Israel sebagai "agresi yang tidak sah" dan respons Iran sebagai "pembelaan diri yang sah."

Halaman Selanjutnya

Ketegangan antara Teheran dan Washington masih tinggi sejak perang bermula dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Iran membalas dengan menargetkan posisi dan aset militer AS di negara-negara Arab yang bersekutu dengan Washington.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |