Bangun Talenta Digital dari Indonesia Timur, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Blockchain dan Web3

1 week ago 1

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:24 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi blockchain dan Web3 membuka peluang baru bagi talenta digital Indonesia, seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi ini di berbagai sektor.

Sehingga, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pemahaman mengenai blockchain, aset digital, dan teknologi terdesentralisasi, sampai saat ini juga terus meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengatakan, kondisi itu menunjukkan bahwa pengembangan talenta digital tidak lagi hanya menjadi kebutuhan industri, tapi juga menjadi investasi penting dalam mempersiapkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

"Melihat besarnya potensi tersebut, pemerataan akses terhadap edukasi menjadi semakin penting. Potensi talenta digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia," kata Resna dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Terkait hal itu, Upbit Indonesia bersama dengan BlockDevId menyelenggarakan Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Workshop Pengembangan Smart Contract, di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji, Ambon.

Dalam acara itu, Resna mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekonomi digital di kawasan. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh talenta yang memahami teknologi blockchain dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Karena itu, Resna mengaku bahwa pihaknya percaya bahwa edukasi harus dapat diakses secara lebih merata, termasuk oleh mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peluang sekaligus risiko 

"Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral," ujarnya.

Menurut Resna, masih banyak anggapan bahwa industri blockchain hanya membutuhkan pengembang (developer). Padahal, seiring semakin matangnya ekosistem aset digital, kebutuhan talenta juga semakin beragam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Antara lain mulai dari compliance, manajemen risiko, keamanan siber, analis bisnis, pemasaran digital, hingga pengembangan komunitas," kata Resna.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Upbit Indonesia bersama BlockDevId juga mengadakan workshop pengembangan smart contract. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung, mulai dari memahami konsep blockchain, membuat Web3 wallet, hingga mengembangkan aplikasi sederhana berbasis smart contract menggunakan Solidity.

Halaman Selanjutnya

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri blockchain saat ini.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |