Bantah Tudingan Sarang Terorisme Global, Taliban Mau Normalisasi Hubungan dengan AS

3 hours ago 1

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Otoritas Taliban, Amir Khan Muttaqi menyatakan, pihaknya tengah “berupaya untuk menormalisasi hubungan” antara Afghanistan dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara eksklusif bersama Kyodo News, Dia mendesak Pemerintah AS untuk tidak lagi menggunakan pendekatan konfrontatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kedua negara dapat menjalin hubungan yang berlandaskan "rasa saling menghormati dan kepentingan bersama".

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran Pemerintah AS bahwa Afghanistan dapat kembali menjadi pusat terorisme global. Sebagai informasi, 31 Agustus 2026 akan menandai momen lima tahun penarikan mundur sepenuhnya pasukan AS dari Afghanistan.

Hingga saat ini, hanya Rusia yang secara resmi mengakui pemerintahan sementara Taliban. Sementara itu, kritik tajam dari dunia internasional terus mengalir, terutama terkait kebijakan otoritas tersebut yang melarang anak perempuan untuk mengenyam pendidikan di atas tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Terkait hal itu, Muttaqi menilai bahwa mendapatkan pengakuan formal dari dunia internasional merupakan "urusan nomor dua". Dia menekankan bahwa prioritas pihaknya saat ini adalah membangun hubungan diplomatik, dan kerja sama secara praktis terlebih dahulu.

Namun, Dia tidak memberikan kepastian mengenai kapan anak-anak perempuan di Afghanistan akan kembali diizinkan bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Muttaqi mengklaim, sejak kembali berkuasa pada Agustus 2021, pihaknya telah berhasil menciptakan keamanan dan stabilitas di Afghanistan. Karena itu, Dia meminta AS untuk mempertimbangkan kembali sikap politik mereka terhadap pemerintahan Taliban.

Dalam kesempatan yang sama, Muttaqi juga menyinggung hubungan bilateral Afghanistan dengan Jepang yang disebutnya "bersejarah dan dekat".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Dia mengakui bahwa Kedutaan Besar Afghanistan di Tokyo terpaksa menghentikan operasinya pada bulan Januari lalu, akibat perbedaan pandangan terkait penerimaan diplomat baru.

Dia pun mendorong agar ada langkah konkret untuk memulihkan layanan kedutaan tersebut, sembari mempromosikan Afghanistan sebagai negara tujuan investasi. (Ant).

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi

Iran Sebut AS Manipulasi Pasar Energi Global Demi Keuntungan Pribadi Trump CS

Menlu Iran, Abbas Araghchi, menuding bahwa sejumlah elemen di pemerintahan AS beserta aktor-aktor yang bersekutu dengan Israel, telah memanipulasi pasar energi global.

img_title

VIVA.co.id

30 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |