Banyak Orang Tua Keliru, Ternyata Ini Usia Ideal Anak Mulai Sekolah

1 week ago 4

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kemampuan berpikir anak berkembang sangat pesat sejak lahir. Pada masa inilah otak membangun jutaan koneksi saraf yang menjadi fondasi bagi kemampuan belajar, berbahasa, mengelola emosi, hingga bersosialisasi di kemudian hari. Tak heran jika banyak orang tua mulai mempertimbangkan kapan waktu terbaik untuk menyekolahkan buah hati agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Para ahli menilai bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengajarkan membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, sekolah menjadi tempat anak mendapatkan stimulasi yang tepat melalui aktivitas bermain, eksplorasi, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut UNESCO, rentang usia sejak lahir hingga delapan tahun merupakan periode penting perkembangan otak yang menjadi fondasi kesehatan, kemampuan belajar, serta perkembangan sosial-emosional sepanjang hidup. Pendidikan anak usia dini yang berkualitas juga dinilai sebagai salah satu investasi terbaik untuk masa depan anak. 

Temuan dari Center on the Developing Child, Harvard University juga menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pada tahun-tahun awal kehidupan berperan besar dalam membentuk arsitektur otak. 

Hubungan yang hangat dengan orang dewasa, lingkungan belajar yang aman, serta pengalaman positif akan memperkuat kemampuan anak dalam berpikir, mengendalikan emosi, hingga memecahkan masalah ketika dewasa nanti. 

Mengapa Anak Perlu Sekolah Sejak Usia Dini?

Meski keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak, lingkungan pendidikan formal memiliki peran yang berbeda. Di sekolah, anak belajar mengikuti aturan, berinteraksi dengan teman sebaya, bekerja sama, hingga melatih kemandirian yang belum tentu bisa diperoleh secara maksimal di rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, sekolah juga memberikan stimulasi yang disusun secara sistematis sesuai tahap perkembangan anak. Aktivitas seperti bermain peran, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan permainan kelompok terbukti membantu perkembangan bahasa, motorik, kreativitas, serta kemampuan sosial.

Harvard Health menyebutkan bahwa anak umumnya mulai mengikuti program prasekolah pada usia 3 hingga 5 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak mulai belajar mendengarkan instruksi, berbagi, bergiliran, serta membangun rasa percaya diri melalui interaksi bersama teman sebaya. Meski demikian, kesiapan setiap anak tetap berbeda sehingga orang tua perlu mempertimbangkan perkembangan emosional dan sosial masing-masing anak, bukan hanya faktor usia.

Halaman Selanjutnya

Kapan Sebaiknya Anak Mulai Disekolahkan?

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |