VIVA –Basarnas mengungkap Kapal Virgo Transport 8 dihantam ombak lebih dari tiga meter saat mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah penumpang yang berhasil selamat dan telah dihimpun dalam proses operasi SAR.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, keterangan mengenai kondisi cuaca dan tingginya ombak diperoleh setelah tim SAR menerima kapal pertama yang membawa 69 korban selamat pada malam sebelumnya. Menurut Syafii, sejumlah penumpang membenarkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian cukup buruk. Bahkan, ombak disebut dapat masuk ke dalam KM Virgo Transport 8.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini," kata Syafii, Senin 14 September 2026.
Dia menjelaskan, keterangan dari para penumpang menjadi salah satu informasi yang digunakan Basarnas untuk menggambarkan kondisi di lokasi kecelakaan. Informasi tersebut diperoleh setelah korban yang berhasil dievakuasi menceritakan situasi yang mereka alami saat KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.
Menurut dia, ombak yang sampai masuk ke bagian dalam kapal menunjukkan bahwa gelombang saat kejadian diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari tiga meter.
"Kita sama-sama tau kalau ombak itu bisa masuk berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat," kata dia.
Basarnas juga mengacu pada informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi perairan di sekitar lokasi kecelakaan, dengan keterangan para korban menjadi informasi tambahan dari hasil operasi pencarian dan pertolongan.
Syafii mengatakan posisi kapal kecelakaan diketahui berdasarkan koordinat yang diperoleh tim dan berjarak sekitar 80 mil laut dari posisi Basarnas saat konferensi pers, sehingga informasi lokasi tersebut menjadi bagian dari dukungan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Basarnas belum menyimpulkan cuaca buruk maupun gelombang tinggi sebagai penyebab kecelakaan, karena penentuan faktor penyebab memerlukan investigasi teknis berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber.
“Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” ujar Syafii.
Halaman Selanjutnya
KNKT bergabung untuk mengumpulkan informasi dan data sebagai bahan investigasi, sehingga penyebab pasti kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan sesuai prosedur keselamatan transportasi.

1 week ago
3





















