Benarkah Belajar Dapat Mengubah Cara Kerja Otak?

5 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:27 WIB

Jakarta, VIVA – Kemampuan bahasa Inggris bukan hanya berpengaruh terhadap peluang karier, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi fungsi otak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mempelajari bahasa kedua mampu merangsang aktivitas otak dan membantu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.

Topik ini menjadi relevan karena kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan EF English Proficiency Index 2025, Indonesia berada di peringkat ke-80 dari 123 negara yang disurvei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belajar bahasa kedua membuat otak bekerja lebih keras dibanding saat menggunakan bahasa ibu. Seseorang harus mempelajari kosakata baru, memahami struktur kalimat yang berbeda, serta melatih kemampuan mendengar dan berbicara secara bersamaan.

Proses tersebut memicu neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk koneksi saraf baru sebagai respons terhadap pengalaman dan pembelajaran. Semakin sering bahasa tersebut digunakan, semakin kuat pula jaringan saraf yang terbentuk.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa individu bilingual cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatur perhatian dan berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lainnya. Kemampuan tersebut dikenal sebagai fleksibilitas kognitif.

Meski demikian, banyak orang masih beranggapan bahwa belajar bahasa asing hanya efektif dilakukan pada usia muda. Padahal, para ahli menyebut otak orang dewasa tetap mampu beradaptasi dan mempelajari bahasa baru meski membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Perkembangan teknologi turut membantu proses tersebut. Kini berbagai platform pembelajaran memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk menyesuaikan materi belajar dengan kemampuan masing-masing pengguna, termasuk EF Efekta yang menggabungkan kelas tatap muka, kelas daring, pembelajaran mandiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Teknologi telah mengubah cara jutaan siswa belajar bahasa Inggris. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan cara yang lebih fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman," ujar President Director EF Efekta English for Adults, Johan Wilhelmsson, dikutip Selasa 23 Juni 2026.

Ia menambahkan, pemanfaatan platform pembelajaran berbasis AI diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas di era globalisasi.

Ilustrasi tumor otak

Cara Deteksi Dini Tumor Otak, Kenali 7 Gejala yang Jarang Disadari Ini

Tumor otak masih menjadi salah satu penyakit yang sering menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Tidak sedikit orang menganggap bahwa setiap tumor otak pasti ganas.

img_title

VIVA.co.id

21 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |