Benarkah Gen Z Sudah Jago Investasi? Jangan-jangan Masih Melakukan 7 Kesalahan Ini

3 hours ago 1

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:15 WIB

Jakarta, VIVA – Berinvestasi kini semakin mudah dilakukan oleh siapa saja, termasuk generasi muda. Kehadiran berbagai aplikasi investasi membuat Gen Z dapat mulai menanamkan modal hanya dengan dana yang relatif kecil. Tak heran jika semakin banyak anak muda yang tertarik berinvestasi demi mencapai kebebasan finansial di masa depan.

Namun, kemudahan tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Banyak investor pemula yang terlalu bersemangat hingga mengabaikan dasar-dasar investasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alih-alih memperoleh keuntungan, mereka justru mengalami kerugian karena mengambil keputusan secara emosional atau mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan. Agar hal tersebut tidak terjadi, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai kesalahan investasi yang paling sering dilakukan Gen Z. 

Apa saja? Berikut daftarnya sebagaimana dirangkum dari Vanguard, Jumat, 26 Juni 2026.

1. Berinvestasi karena FOMO

Kesalahan investasi yang paling sering dilakukan Gen Z adalah membeli aset karena takut ketinggalan tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Biasanya, keputusan ini muncul setelah melihat unggahan di media sosial atau mendengar cerita orang lain yang berhasil meraih keuntungan besar.

Padahal, setiap orang memiliki tujuan keuangan dan toleransi risiko yang berbeda. Mengikuti investasi tanpa memahami alasan di balik kenaikan suatu aset dapat membuat Anda membeli di harga yang terlalu tinggi dan berisiko mengalami kerugian.

2. Mengejar Keuntungan dalam Waktu Singkat

Banyak investor pemula berharap bisa memperoleh keuntungan besar hanya dalam hitungan hari atau minggu. Pola pikir seperti ini sering kali membuat seseorang mengambil risiko yang tidak sebanding dengan potensi hasilnya.

Investasi pada dasarnya merupakan strategi jangka panjang. Semakin sabar Anda membangun portofolio, semakin besar pula peluang memperoleh hasil yang optimal melalui pertumbuhan nilai aset maupun efek compounding.

3. Tidak Melakukan Diversifikasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menempatkan seluruh dana pada satu saham atau satu jenis investasi merupakan kesalahan yang cukup berisiko. Jika aset tersebut mengalami penurunan, nilai portofolio Anda bisa ikut tergerus secara signifikan.

Diversifikasi menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko. Dengan menyebarkan dana ke beberapa instrumen atau sektor berbeda, potensi kerugian dari satu aset dapat diimbangi oleh kinerja aset lainnya.

Halaman Selanjutnya

4. Tidak Memiliki Tujuan Investasi

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |