Jakarta, VIVA – Banyak orang masih menganggap mata juling dan mata malas merupakan kondisi yang sama. Padahal, keduanya adalah gangguan mata yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, maupun cara penanganannya.
Kesalahpahaman ini membuat sebagian orang tua terlambat menyadari bahwa anaknya mengalami gangguan penglihatan yang memerlukan pemeriksaan sejak dini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengenali perbedaan mata juling dan mata malas sangat penting karena kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan penglihatan, terutama pada anak. Bahkan, dalam beberapa kasus, mata juling yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi mata malas.
Semakin cepat kondisi ini diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal. Berikut perbedaan mata juling dan mata malas, sebagaimana dirangkum dari Johns Hopkins Medicine, Jumat, 26 Juni 2026.
1. Perbedaan Utama Mata Juling dan Mata Malas
Perbedaan paling mendasar terletak pada gangguan yang terjadi. Mata juling atau strabismus adalah kondisi ketika kedua mata tidak mengarah ke titik yang sama. Salah satu mata dapat mengarah ke dalam, luar, atas, atau bawah sehingga posisi kedua mata tampak tidak sejajar.
Sementara itu, mata malas atau amblyopia merupakan kondisi ketika kemampuan melihat pada salah satu mata menurun karena otak lebih mengandalkan mata yang lebih kuat. Masalah utamanya bukan pada posisi mata, melainkan pada perkembangan fungsi penglihatan.
2. Gejala yang Berbeda
Mata juling biasanya lebih mudah dikenali karena posisi mata tampak tidak lurus atau tidak fokus ke arah yang sama. Sebaliknya, mata malas sering kali tidak menunjukkan perubahan pada penampilan mata.
Dari luar, kedua mata bisa terlihat normal. Namun, salah satu mata memiliki ketajaman penglihatan yang lebih rendah sehingga kondisi ini sering baru diketahui saat pemeriksaan mata.
Inilah alasan mengapa pemeriksaan mata rutin pada anak sangat penting, meskipun mereka tidak mengeluhkan gangguan penglihatan.
3. Penyebab Kedua Kondisi Berbeda
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mata juling umumnya terjadi akibat gangguan pada koordinasi otot mata atau saraf yang mengendalikan gerakan mata. Faktor keturunan, gangguan saraf, maupun kelainan bawaan juga dapat meningkatkan risikonya.
Di sisi lain, mata malas terjadi karena perkembangan penglihatan yang tidak berjalan normal. Kondisi ini dapat dipicu oleh mata juling, perbedaan ukuran minus atau plus yang cukup besar antara kedua mata, maupun gangguan lain yang menghalangi masuknya cahaya ke mata, seperti katarak bawaan.
Halaman Selanjutnya
4. Mata Juling Dapat Menyebabkan Mata Malas

4 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


