Puluhan WNI Ini Rela Pindah Jadi Sopir Bus di Jepang dengan Gaji Berkali-kali Lipat UMR Jakarta

3 hours ago 1

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:20 WIB

VIVA – Jepang kini menjadi salah satu negara tujuan baru bagi para pekerja Indonesia yang ingin meningkatkan taraf hidup. Salah satu profesi yang tengah banyak diminati adalah sopir bus, pekerjaan yang sebelumnya identik hanya untuk warga lokal.

Fenomena ini muncul seiring krisis tenaga kerja yang melanda Negeri Sakura. Industri transportasi umum di Jepang dilaporkan kekurangan sekitar 30.000 sopir bus. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah bersama perusahaan transportasi mulai membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja asing yang memenuhi syarat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semakin banyak WNI memilih pindah ke Jepang untuk bekerja sebagai sopir bus demi mendapatkan penghasilan lebih layak," tulis keterangan media sosial @btgfeed, dikutip VIVA Jum'at, 26 Juni 2026,

Bagi banyak WNI, peluang tersebut menjadi kesempatan emas. Selain menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi dibandingkan standar upah di Indonesia, profesi sopir bus di Jepang juga memberikan kepastian kerja, perlindungan tenaga kerja yang baik, hingga lingkungan kerja yang profesional.

Gaji Pemula Bisa Tembus Rp50 Juta per Bulan

Salah satu daya tarik terbesar bekerja sebagai sopir bus di Jepang tentu berasal dari sisi penghasilan.

Berdasarkan laporan berbagai media, sopir bus pemula di Jepang dapat memperoleh gaji sekitar 450.000 yen per bulan atau setara sekitar Rp50 juta, tergantung kurs serta perusahaan tempat bekerja.

"Jepang membuka peluang bagi tenaga kerja asing dengan gaji pemula yang bisa mencapai sekitar Rp50 juta per bulan," tambah keterangan tersebut.

Jumlah tersebut berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang berada di kisaran Rp5 jutaan per bulan.

Selain gaji pokok, sebagian perusahaan transportasi juga menawarkan berbagai tunjangan seperti lembur, bonus, asuransi kesehatan, hingga fasilitas pelatihan yang membuat profesi ini semakin diminati para pekerja asing.

Bukan Hanya Soal Gaji

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski pendapatan menjadi faktor utama, banyak WNI mengaku alasan mereka pindah ke Jepang tidak semata-mata karena uang.

Sistem transportasi yang tertata, tingkat keamanan tinggi, kepastian hukum, perlindungan terhadap pekerja, serta budaya kerja yang disiplin menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di banyak negara lain.

Halaman Selanjutnya

Profesi sopir bus di Jepang juga dipandang memiliki status yang cukup baik karena menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi publik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |