Berjuang dari Nol, Maudy Ayunda Blak-blakan Soal Bisnisnya: Kami Bangun Bukan untuk Viral

1 week ago 4

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:40 WIB

Jakarta, VIVA – Aktris sekaligus musisi Maudy Ayunda kembali mencuri perhatian, kali ini bukan lewat karya di layar atau panggung, melainkan kiprahnya di dunia bisnis kecantikan. Memasuki tahun kedua brand yang ia pimpin, From This Island, Maudy berbagi cerita tentang perjalanan yang ternyata jauh dari kata mulus—penuh tantangan, keputusan sulit, hingga visi jangka panjang yang tak instan.

Dalam sebuah acara intimate gathering di Jakarta, Maudy yang menjabat sebagai CEO dan co-founder brand kecantikan tersebut menekankan bahwa membangun bisnis bukan sekadar mengejar tren viral. Ia justru memilih pendekatan yang lebih dalam: menggabungkan kearifan lokal Indonesia dengan riset ilmiah. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami membangun untuk puluhan tahun ke depan, bukan sekadar untuk peluncuran produk yang viral. Salah satu langkah nyata kami adalah mengakuisisi paten teknologi dari Dr. Rudy yang telah melalui proses riset selama 12 tahun sebelum akhirnya siap kami bawa ke pasar, yang kami beri nama Lumera," ungkap Maudy di Jakarta, baru-baru ini. 

Bagi Maudy, langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga bagian dari kontribusi yang lebih besar. Ia ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam industri kecantikan global.

"Karena pada satu titik, ini menjadi sebuah pertanyaan: kalau bukan kita, lalu siapa?" tukasnya.

Di balik idealisme tersebut, perjalanan yang dijalani tidak selalu berjalan mulus. Maudy dan timnya harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan bahan baku lokal hingga proses riset yang memakan waktu panjang. Namun, ia melihat semua itu sebagai bagian dari proses membangun fondasi yang kuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita serupa juga dibagikan oleh rekan co-founder-nya, Patricia Davina, yang mengungkap bahwa tekanan bisnis kerap memaksa mereka dihadapkan pada pilihan sulit—terutama terkait kualitas produk di tengah persaingan harga yang ketat.

“Kami secara konsisten menolak untuk menurunkan standar kualitas formulasi, meskipun margin bisa lebih sehat jika kami melakukannya. Sebuah brand tidak didefinisikan oleh apa yang ia iyakan, tapi oleh apa yang berani ia tolak bahkan ketika berkata ‘tidak’ itu mahal harganya,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya soal bisnis, Maudy juga menyoroti pentingnya dampak sosial dari apa yang ia bangun. Baginya, kedekatan dengan sumber daya alam Indonesia membawa tanggung jawab lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |