BI Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Global Lewat KKI 2026

1 hour ago 2

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jakarta, VIVA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Dengan jumlah pelaku mencapai sekitar 64 juta, sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. 

Besarnya peran tersebut membuat penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, penguatan UMKM tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan produksi. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang dapat membantu mereka memperkuat kapasitas, mendapatkan akses pembiayaan, memanfaatkan teknologi digital, sekaligus memperluas pasar. Inilah yang terus didorong Bank Indonesia (BI) melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Mengusung tema 'Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing', KKI tahun ini membawa semangat 'Beudaya Meusare Sare' dari Aceh yang bermakna 'Berdaya, Bersama-sama'.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti mengatakan, semangat tersebut menggambarkan arah pengembangan UMKM agar mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus meningkatkan daya saing.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti di Opening Ceremony KKI 2026, JICC Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Tiga arah tersebut kemudian diterjemahkan BI melalui strategi pengembangan UMKM yang mencakup pertumbuhan ekonomi inklusif, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta penguatan literasi dan sinergi ekonomi dan keuangan inklusif. Melalui pendekatan tersebut, pengembangan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi, tetapi diarahkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Dari Penguatan Kapasitas hingga Pasar Globa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Salah satu langkah yang menjadi bagian penting dalam KKI 2026 adalah mempertemukan UMKM dengan berbagai pihak yang dapat menjadi pengungkit pertumbuhan usaha. Kegiatan business matching mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer, agregator, investor, perbankan, hingga lembaga pembiayaan.

Halaman Selanjutnya

Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk memperluas jangkauan usahanya. Setelah memiliki kapasitas yang lebih kuat, pelaku usaha kemudian diarahkan untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |