BI: Neraca Pembayaran RI Kuartal IV-2025 Surplus US$6,1 Miliar

2 weeks ago 6

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:10 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melalui Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso melaporkan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-2025 mencatatkan surplus sebesar US$6,1 miliar.

Capaian itu didukung oleh defisit transaksi berjalan yang tetap rendah, serta surplus transaksi modal dan finansial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kinerja NPI pada kuartal IV-2025 membaik sehingga mendukung ketahanan eksternal,” kata Ramdan dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :

  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Sementara transaksi berjalan pada kuartal IV-2025 mencatat defisit sebesar US$2,5 miliar (0,7 persen dari PDB), setelah pada kuartal III-2025 mencatat surplus sebesar US$4,0 miliar (1,1 persen dari PDB).

Neraca perdagangan non-migas tetap membukukan surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya. Hal itu sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global, dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi, sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi, akibat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada kuartal IV-2025 dibandingkan kuartal III-2025.

Defisit neraca pendapatan primer tercatat meningkat, dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen di akhir tahun. Sementara surplus neraca pendapatan sekunder meningkat, dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sedangkan transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan defisit sebesar 8,0 miliar dolar AS.

“Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia,” ujar Ramdan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BI mencatat, investasi portofolio surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing, seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus, dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri.

"Secara keseluruhan tahun 2025, BI menegaskan bahwa perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS cuma Fokus soal Perdagangan

Airlangga memastikan, pembahasan di Perjanjian Perdagangan Resiprokal/Agreements on Reciprocal Trade (ART) dengan pemerintah AS, hanya berfokus di sektor perdagangan saja

img_title

VIVA.co.id

20 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |