Sumber : Jakarta, VIVA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate). Namun, hal tersebut dinilai merupakan langkah strategis untuk merespons dinamika ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, BCA secara konsisten memantau perkembangan suku bunga acuan beserta berbagai indikator makroekonomi lainnya, termasuk potensi risiko, kondisi likuiditas perbankan, serta dinamika pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA "Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata di Jakarta, dikutip Kamis, 11 Juni 2026. Sebagai informasi, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. Berbagai faktor tersebut menjadi pertimbangan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat. "Secara bersamaan, BCA senantiasa melakukan peninjauan berkala dan memperhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar dan memperhatikan daya beli masyarakat," tuturnya. Ke depan, Perseroan akan terus mendorong penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan manajemen risiko yang disiplin. (Ant) VIVA.co.id 11 Juni 2026 Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.952 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17. 944 per dolar AS
Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan ketidakpastian ekonomi global, gagasan ekonomi hijau makin mendesak dan bukan lagi cuma wacana akademik.
IHSG dibuka melemah 3 poin atau 0,05 persen di level 5.899 pada pembukaan perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, mengikuti Bursa Asia dan Wall Street yang anjlok.
Pemerintah membantah tudingan bahwa kenaikan harga Pertamax adalah akibat Pertamina tidak mampu lagi menahan harga jualnya, di tengah lonjakan harga minyak dunia saat ini
Pemadaman listrik PLN yang terjadi di sejumlah daerah, bergantung pada kondisi sistem setempat, kebutuhan operasional, maupun pekerjaan teknis yang sedang dilakukan.
Terpopuler
Pemerintah membantah tudingan bahwa kenaikan harga Pertamax adalah akibat Pertamina tidak mampu lagi menahan harga jualnya, di tengah lonjakan harga minyak dunia saat ini
IHSG dibuka melemah 3 poin atau 0,05 persen di level 5.899 pada pembukaan perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, mengikuti Bursa Asia dan Wall Street yang anjlok.
PM Malaysia Anwar Ibrahim menolak kenaikan harga bensin di tengah krisis pasokan global. Subsidi energi bahkan sempat mencapai Rp30,8 triliun per bulan.
Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar mulai 10 Juni 2026. Pertamax jadi Rp 16.250 dan Pertamax Green jadi Rp 17.000 per liter.
Selengkapnya Partner
Hal ini membuat Iran memberi ancaman balasan kepada semua kapal di Selat Hormuz. Jalur perdagangan maritim yang menjadi urat nadi pasokan minyak global tersebut kini
Pada praktiknya, setelah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), PTN masih membuka jalur mandiri dengan kuota yang
Peristiwa kecelakaan kerja serta meninggalnya relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumber Kencono ternyata membuka tabir adanya dugaan pelanggaran hak atas r
Selengkapnya Isu Terkini
Rupiah Kembali Melemah ke Rp 17.952 Meski Pasar Sambut Positif Kenaikan BI Rate
Hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.952 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17. 944 per dolar AS
BI Rate Naik, BCA Bakal Naikkan Suku Bunga Kredit?
BCA.

2 days ago
4















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)