Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat dan mendukung posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, saat membuka perhelatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Destry menuturkan, komitmen ini dipegang teguh oleh Bank Indonesia karena melihat potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia.
Bahkan, Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah berdasarkan hasil analisa State of the Global Islamic Economy Report tahun 2025-2026.
"Kemudian kalau kita lihat breakdown-nya lagi, untuk dunia fashion muslim kita peringkat nomor satu. Kemudian untuk pariwisata dan pariwisata ramah muslim kita ada di peringkat kedua. Dan yang terakhir untuk makanan halal, kita berada di peringkat ketiga," ungkap Destry.
Meski begitu, Destry tak menampik bahwa masih ada pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan.
"Tapi kita masih banyak kelemahan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah itu harus ditingkatkan. Antara lain adalah keuangan syariah. Itu menjadi PR. Kalau kita lihat ekonomi syariah, ekonomi yang berbasis syariah ini sudah banyak di kita. Tapi kalau tantangannya adalah di sektor keuangan syariah yang ini juga harus kita percepat, kita akselerasi dan tentunya juga dengan memanfaatkan transformasi teknologi dan digital yang saat ini ada," ungkap dia.
Tantangan lain, kata Destry, yaitu minimnya ketersediaan produk keuangan syariah di pasaran. Kondisi ini membuat tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah meskipun tingkat literasi masyarakat sebetulnya sudah cukup tinggi.
"Nah, kalau syariah itu kebalikannya. Inklusinya rendah, literasinya tinggi. Kenapa? Karena anak-anak akses terhadap ekonomi keuangan syariah kita masih terjangkau batas," ungkap dia.
3 Jurus BI untuk Mendorong Eksyar
Melihat kondisi tersebut, BI pun menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia sebagai mesin pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti
Photo :
- Yeni Lestari/VIVA
Pertama, dengan membuka akses pembiayaan yang terukur. Destry menegaskan BI tidak ingin festival seperti FESyar menjadi ajang kumpul-kumpul semata. Dia menekankan, harus ada perputaran ekonomi nyata bagi UMKM.
Halaman Selanjutnya
"Yang pertama kita bagaimana kita membantu akses pembiayaan. Kita juga akan ada business matching nanti di sini. Dan juga disiapkan ada target omset. Jadi setiap acara ini, semua sudah diminta ada targetnya Pak. Jadi bukan hanya sekedar seremonial, tapi harus ada target, harus ada business matching yang bisa menghitung dan juga harus ada target omset untuk penjualan dari hari ini dan ke depan mulai UMKM yang berbagai macam produk yang ada di Kawasan Timur Indonesia," tutur Destry.

20 hours ago
3











