Jakarta, VIVA – Pengacara kondang Hotman Paris akhirnya buka suara terkait uang donasi Rp2,5 miliar yang dikumpulkannya untuk YTR, korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun di Bandung oleh Taufik Hidayat.
Hotman menyebutkan bahwa dana yang dipegangnya saat ini akan diberikan dengan fokus untuk masa depan YTR usai pulih. Sementara, biaya pengobatan dan pemulihan YTR seta rekonstruksi wajah korban akan ditanggung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bersama Kementerian Kesehatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keputusan tersebut disampaikan langsung Hotman Paris melalui video terbaru yang diunggah kepada publik. Menurutnya, rekening donasi memang sejak awal dibuka dengan tujuan membantu masa depan korban, bukan sekadar membiayai pengobatan.
"Hari ini tanggal 3 Juli 2026 sudah terkumpul uang sumbangan Rp2,5 miliar lebih untuk korban Yuvita. Yuvita korban yang dianiaya dan disandera oleh laki-laki itu selama tiga tahun yang sekarang sudah dipenjara," ujar Hotman Paris yang dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.
Ia kemudian menjelaskan bahwa seluruh dana akan diamankan terlebih dahulu sebelum nantinya diserahkan langsung kepada korban setelah kondisi kesehatannya membaik.
"Ini saya buka dengan syarat uang ini hanya untuk modal dia untuk masa depan yang akan diserahkan nanti langsung ditransfer ke bank. Akan buka rekening atas nama dia dengan mendatangkan Yuvita ke Jakarta sesudah sehat," lanjutnya.
Hotman menegaskan, alasan dana donasi tidak diprioritaskan untuk biaya rumah sakit karena kebutuhan medis korban telah mendapatkan dukungan dari pemerintah.
"Sedangkan untuk biaya rumah sakit, perbaikan wajahnya dan lain-lain kita sudah dengar di medsos akan ditanggung oleh KDM dan Menteri Kesehatan," katanya.
Informasi tersebut disambut positif oleh banyak pihak. Dengan adanya jaminan biaya pengobatan, dana donasi yang berasal dari masyarakat dan sejumlah tokoh nasional dapat dimanfaatkan sebagai investasi masa depan korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diketahui, proses pemulihan YTR diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun. Selain perawatan medis, korban juga masih harus menjalani pemulihan fisik dan psikologis akibat dugaan kekerasan yang dialaminya selama bertahun-tahun.
Harapan terbesar YTR setelah pulih bukanlah hidup bergantung pada bantuan orang lain. Dalam keterangannya, ia mengaku ingin kembali bekerja dan memiliki usaha sendiri agar dapat menjalani hidup secara mandiri.
Halaman Selanjutnya
Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkannya adalah membuka usaha kuliner rumahan, seperti berjualan ayam geprek. Karena itu, dana donasi yang terkumpul dinilai dapat menjadi modal awal untuk memulai kehidupan baru setelah seluruh proses pengobatan selesai.

1 week ago
4











