Jakarta, VIVA – Aplikasi investasi digital, Bibit.id, menegaskan komitemnnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat indonesia. Hal itu dilakukan dengan terus memperluas akses investasi salah satunya instrumen Surat Berharga Negara (SBN).
Hal itu dibuktikan dengan perusahaan kembali menjadi satu-satunya Mitra Distribusi SBN kategori fintech yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Yakni, “Mitra Distribusi Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology dan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik” serta “Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology”. Prestasi ini Bibit.id raih selama empat tahun berturut-turut.
“Penghargaan ini menjadi penegasan akan konsistensi dan komitmen kami dalam memasarkan SBN dan SBSN kepada masyarakat Indonesia. Terima kasih atas apresiasi yang Kemenkeu berikan kepada kami. Ke depannya, kami akan terus berinovasi, melakukan berbagai upaya edukasi, dan fokus mengajak masyarakat untuk membangun negeri lewat investasi di SBN dan SBSN,” kata Head of Marketing Bibit Angie Anandita, dikutip dari keterangannya, Senin, 6 April 2026.
Sebagaimana diketahui, sejak resmi ditunjuk sebagai Mitra Distribusi penjualan SBN di awal tahun 2022, Bibit secara konsisten mencatatkan diri sebagai Midis kategori fintech yang membukukan penjualan terbanyak pada penjualan berbagai seri SBN dan SBSN. Dari tahun 2022 sampai 2025, Bibit tidak pernah absen mendapatkan apresiasi dari Kemenkeu.
Sementara itu, Direktur Bibit Hilmawan Kusumajaya menyampaikan, penghargaan yang diterima pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025 ini tidak terlepas dari kepercayaan yang diberikan oleh pengguna Bibit, yang kini tidak hanya didominasi generasi milenial dan Gen Z, tapi juga investor berusia di atas 40 tahun.
“Di tengah kondisi perekonomian yang diwarnai ketidakpastian, para investor dan masyarakat di Indonesia menunjukkan antusiasme dan kepercayaan yang baik terhadap Surat Berharga Negara. Tentu ini menjadi harapan kami bersama di industri agar momentum ini dapat semakin diperkuat di tahun 2026,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, dari segi jumlah investor, pada akhir tahun 2021, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 611 ribu investor SBN. Angkanya kemudian naik menjadi 831 ribu di akhir 2022, 1 juta di akhir 2023, dan 1,19 juta di akhir 2024, dan per akhir 2025, angkanya mencapai 1,41 juta investor.

2 weeks ago
9



























