Bima Arya Apresiasi PFmuda Cetak Agen Perubahan untuk Indonesia Emas 2045

4 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:28 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan apresiasinya terhadap program Pertamina Foundation Muda (PFmuda) yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan.

PFmuda merupakan kompetisi inovasi proyek sosial dari Pertamina Foundation bagi generasi muda untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka menjadi sociopreneur yang berdampak nyata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan apresiasinya terhadap program PFmuda

Menurut Bima, generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi postur demografi saat ini merupakan calon pemimpin yang akan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

"Pertamina Foundation menjadi part of our ikhtiar kita menuju Indonesia Emas 2045," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Link & Connect: Social Innovation for Change Maker di Ballroom MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Bima menyebut program yang dikembangkan Pertamina Foundation selaras dengan pemikiran sosiolog Anthony Giddens mengenai generasi kosmopolitan, yakni generasi yang bermental aktivis, berkeahlian global, dan berjiwa nasionalis. Sebab, di masa depan generasi yang akan menguasai panggung global adalah mereka yang kuat di tiga level tersebut: lokal, nasional, dan global. Apalagi, di tengah era disrupsi seperti saat ini, seseorang dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman.

"Kalau saya lihat program ini memuatkan di tiga level tadi. Saya suka ada pijakan lokalnya, jadi [menjawab] problema di tingkat lokal, diartikulasikan di tingkat nasional, dan bisa kompetitif di tingkat global," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bima menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan program inovatif yang terlibat dalam PFmuda. Ia terkesan dengan salah satu inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi rajungan. Alat tersebut bekerja dengan meningkatkan berat rajungan melalui ekosistem yang berkelanjutan.

"[Inovasi dalam budidaya] Rajungan itu skillful. Membuat itu bisa dipasarkan itu fighter. Jadi saya suka dengan program ini, mudah-mudahan bisa sendiri ditularkan ke semuanya," tambah Bima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, inisiatif seperti ini juga dapat menjadi percontohan bagi kepala daerah untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong inovasi di daerah.

"Bayangkan kalau inspirasi dari sini ini menular ke semua kepala daerah di Indonesia, dorong [berinovasi]. Kolaborasi, sinergi, co-creation, jadi," tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |